Polisi Selidiki Penyebab ABK Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda, Ini Langkah yang Dilakukan

Polisi Selidiki Penyebab ABK Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda, Ini Langkah yang Dilakukan,

Polisi Selidiki Penyebab ABK Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda, Ini Langkah yang Dilakukan
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
TENGGELAM - Tugboat Danny 20 menarik tongkang Danny 21 tujuan Balikpapan berada di tengah sungai Mahakam pasca insiden tenggelamnnya salah satu ABK yang bertugas sebagai juru mudi, Kamis (5/12/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -Polisi Selidiki Penyebab ABK Tenggelam di Sungai Mahakam Samarinda, Ini Langkah yang Dilakukan.

Kasus tenggelamnya anak buah kapal ( ABK ) di sungai Mahakam tidak hanya dilakukan dengan pencarian saja, melainkan penyelidikan guna memastikan penyebab utama korban bisa tenggalam.

Setelah mendapatkan informasi mengenai adanya korban tenggelam di sungai Mahakam, tepatnya di perairan Harapan Baru, personel Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda langsung mendatangi keberadaan tugboat guna menghimpun data, serta memintai keterangan saksi.

SAR Samarinda Cari Korban Tenggelam di Sungai Mahakam, Melakukan Penyelaman Tidak Memungkinkan

Sejauh ini Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap seorang saksi atas nama Ramli S (34). Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui, ketika baling-baling kapal sebelah kiri terlilit tali (toing) yang digunakan menarik tongkang, nakhoda langsung menghentikan laju tongkang.

Setelah menghentikan tongkang, kapten lalu mengencek sendiri dengan terjun ke sungai, sekaligus berupaya melepaskan lilitan tali. Sebelum turun ke sungai, nakhoda sempat berpesan agar jangan ada ABK yang turun ke sungai.

Namun, tanpa diperintah dari siapapun, korban tiba-tiba langsung turun ke sungai guna membantu melepas tali dari baling-baling. Korban diketahui sempat menyelam, dan tidak kunjung timbul kembali.

"Nakhoda sempat mengimbau ABK untuk tidak turun, tapi korban tiba-tiba langsung turun ke sungai, padahal tidak ada yang nyuruh," ucap Kapolsek KP Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroqi, Kamis (6/12/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, saat turun ke sungai, korban mengenakan kaos hitam, dan celana hitam. Ciri-ciri korban, berbadan kurus dan rambut tidak terlalu panjang.

"Untuk pencarian kita sudah koordinasi dengan Basarnas, selanjutnya akan dilakukan pencarian bersama," ucapnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, juru mudi tugboat Danny 20 tenggelam di sungai Mahakam, Kamis (5/12/2019) siang tadi.

Korban atas nama Rudiansyah berusia 19 tahun warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dikabarkan tidak lagi terlihat di sekitar tugboat Danny 20 maupun tongkang Danny 21 sejak pukul 11.30 Wita.

Dari informasi yang dihimpun, korban dikabarkan terjun ke sungai Mahakam guna melepas tali yang melilit di baling-baling tugboat sebelah kiri.

Awalnya, ketika nakhoda kapal mengetahui baling-baling terlilit tali (toing), nakhoda lantas melarang ABK (Anak Buah Kapal) lainnya untuk turun. Nakhoda dan KKM (Kepala Kamar Mesin) lalu turun ke sungai dengan menggunakan sejumlah alat kelengkapan keamanan guna melepas jerat tali.

Namun, korban yang saat itu menggunakan pakaian hitam ikut juga turun untuk membantu. Selang beberapa saat di sungai, korban tidak lagi terlihat. Kepanikan sempat terjadi, bahkan beberapa ABK sempat berteriak menanyakan keberadaan korban.

Diduga korban terseret derasnya arus sungai Mahakam, walaupun diketahui korban bisa berenang. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved