Bukan Kinerja, Rocky Gerung Ungkap Alasan Prabowo Bisa Dicopot, Terlalu Bersinar dan RI 1 jadi Gelap

Rocky Gerung menyebut, bahwa ada Menteri lain yang berupaya jadi Matahari, tapi kalah dengan sinar Prabowo.

Bukan Kinerja, Rocky Gerung Ungkap Alasan Prabowo Bisa Dicopot, Terlalu Bersinar dan RI 1 jadi Gelap
(KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES )
RESHUFFLE KABINET - Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapan soal sosok-sosok di pemerintahan yang kini jadi sorotan.

Dilansir TribunWow.com dari YouTube realita TV, Rabu (4/12/2019), Rocky Gerung menyebut bahwa kini mata masyarakat dan sorotan kamera mengarah ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Rocky Gerung bahkan menyebut Prabowo seolah menjadikan ada 2 Matahari di pemerintahan, yang membuat Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) jadi gelap.

Bukan Klarifikasi, Ucapan Rocky Gerung Ini Malah Pertegas Tuduhan Soal Presiden Tak Paham Pancasila

Bukan Cuma Tak Paham Pancasila, Tuduhan Rocky Gerung ke Jokowi dan Ahok BTP Ini Juga Tak Kalah Pedas

Diminta Klarifikasi RI 1 Tak Paham Pancasila, Rocky Gerung Malah Pertegas Tuduhan, Kalimatnya Berani

Versi Rocky Gerung, BPJS Gratis dan Lahan Tak Dirampas Andai Presiden Paham Pancasila, PDIP Meradang

Mulanya pembawa acara, Sarita menanyakan pada Rocky Gerung soal pernyataan Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi.

Di mana Teddy Gusnaidi menyebut bahwa kebijakan 'sampah' yang muncul dari pemerintah, itu karena menteri-menterinya.

Teddy Gusnaidi juga menyebut bahwa menteri-menteri yang menghasilkan kebijakan 'sampah' itu harus dicopot.

"Kalau menurut Kak Rocky, itu siapa yang harus diganti, Prabowo enggak?," tanya Sarita.

Menanggapi hal itu, Rocky Gerung tak mau menyebutkan nama.

"Buat saya, seluruh kebijakan saya ini kan bersumber pada rekrutmen," ucap Rocky Gerung.

"Dan dasar rekrutmen itu bukan karena presiden otonom, kan disodorin semua kan."

"Ini presidensialisme tapi tidak otonom, sehingga keluar orkestrasi yang tanpa partitur dari para menteri," sambungnya.

Tak Perlu Tunggu 100 Hari

Menurut Rocky Gerung, hal itulah yang membuat politik akhirnya menjadi bising.

"Politik jadi bising, bukan berirama, tapi bising," ungkapnya.

Saat Rocky Gerung Disuruh Memilih antara Dian Sastro dan Cania Citta, Singgung soal Imajinasi

Ogah Klarifikasi Presiden Tak Ngerti Pancasila di ILC, Sosok Ini Beri Acungan Jempol ke Rocky Gerung

"Sehingga ide-ide aneh muncul," imbuh Rocky Gerung.

Oleh karena itu, menurut Rocky Gerung, tak perlu menunggu 100 hari untuk mengevaluasi menteri yang gagal.

"Enggak perlu 100 hari buat evaluasi mana menteri yang gagal, justru di awal-awal seperti ini ketahuan mana yang bermutu, mana yang tidak," ujarnya.

Pembawa acara kemudian kembali menanyakan, siapa menteri yang saat ini tidak bermutu.

"Gampang itu, begitu kita Google, keluar itu 3-4 nama yang sekarang jadi public enemy karena tidak mengerti cara bernegara, compang camping kebijakan," ungkap Rocky Gerung.

Matahari di Kabinet

"3 nama itu siapa?," tanya pembawa acara.

Rocky Gerung yang enggan sebut nama malah tertawa dan bertanya pada Teddy Gusnaidi.

"Saya bukan enggak berani (sebut nama), tapi saya malas membayangkan lagi ke**ng**n," ucapnya.

"Prabowo termasuk enggak yang harus diganti," tanya pembawa acara lagi.

"Dari awal sudah bilang bahwa dia potensi, karena sorotannya terlalu banyak ke Prabowo," jawab Rocky Gerung.

"Seolah-olah nanti ada dua matahari, akibatnya semua menteri inggin jadi matahari."

"Lalu presiden jadi gelap karena disinari oleh semua matahari."

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved