Munas Partai Golkar X Hasilkan 10 Pernyataan Politik, Golkar Perjuangkan UU Pemindahan IKN ke Kaltim

Munas Partai Golkar X hasilkan 10 pernyataan politik. Golkar siap perjuangkan Undang-undang (UU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim.

Munas Partai Golkar X Hasilkan 10 Pernyataan Politik, Golkar Perjuangkan UU Pemindahan IKN ke Kaltim
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
MUNAS GOLKAR - Ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto bersama tokoh senior Golkar dan sejumlah ketua DPD provinsi hingga kota/kabupaten. 

TRIBUNKALTIM.CO - Munas Partai Golkar X hasilkan 10 pernyataan politik. Golkar siap perjuangkan Undang-undang (UU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim.

Partai Golkar mengeluarkan pernyataan politik yang digodok di Musyawarah Nasional (Munas) X. Ada 10 poin pernyataan politik Golkar, dua di antaranya memuat soal perumusan dua undang-undang.

Pernyataan Politik Golkar digodok Komisi C Munas Partai Golkar X di Hotel Ritz-Carlton, Jaksel, Kamis (5/12/2019) kemarin.

Ketua Komisi C Ace Hasan Syadzily yang membacakan 10 poin pernyataan politik tersebut.

Dua UU yang akan diperjuangkan Partai Golkar ialah terkait pembinaan ideologi Pancasila dan penerbitan UU tentang Ibu Kota Negara RI.

DPRD Kaltim Dukung Penuh Maksimalisasi Anggaran Penunjang IKN

Gubernur Isran Noor Yakin Ibu Kota Negara Segera Dibangun, Target sebelum 2024 Istana Negara Berdiri

Terima Kunker Badan Legislatif DPR RI, Wagub Kaltim Titip UU IKN Bisa Dipercepat

Penggodokan UU tentang IKN ini terkait dengan rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Berikut ini 10 pernyataan politik Partai Golkar yang dibacakan Ace Hasan:

1. Sebagai pembela dan pengamal Pancasila, Partai Golkar senantiasa konsisten melaksanakan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kaitan itu, Golkar mengajak seluruh komponen bangsa meneguhkan mengamalkan dan menyosialisasikan Pancasila sejak usia dini serta memperjuangkan lahirnya UU Pembinaan Ideologi Pancasila.

2. Golkar mendorong terwujudnya kehidupan keagamaan yang moderat toleran dan menghargai perbedaan serta tidak beri ruang ke pihak manapun yang ingin melakukan tindakan radikal yang dapat mencederai nilai kemanusiaan dan merusak kehidupan kebangsaan.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved