Berita Pemkab Kutai Barat

Wabup Edyanto Arkan Buka Sosialisasi Pembentukan Badan Usaha Milik Petani

dengan sosialiasi ini dapat memperkuat para petani di Kubar dalam meningkatkan hasil produksi, dan menekan biaya produksi.

Wabup Edyanto Arkan Buka Sosialisasi Pembentukan Badan Usaha Milik Petani
HUMASKAB KUBAR
BUKA SOSIALISASI - Wakil Bupati H Edyanto Arkan membuka Sosialisasi Pembentukan BUMP, dan Menyerahkan Cinderamata kepada narasumber berupa Tenun Doyo dan Pohon Banggis, maskot Kubar. 

SENDAWAR - Pemkab Kubar melalui Dinas Pertanian melakukan Sosialisasi Pembentukan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan SE membuka langsung kegiatan tersebut mengharapkan dengan sosialiasi ini dapat memperkuat para petani di Kubar dalam meningkatkan hasil produksi, dan menekan biaya produksi.

Diharapkan para petani akan mendapatkan manfaat dari hasil pertanian secara maksimal dan yang lebih penting petani tidak tergerus oleh pihak-pihak perantara/tengkulak, dengan demikian petani betul-betul bisa menikmati hasil dan sejahtera.

Lebih lanjut Wabup menuturkan, Pemkab Kubar tentunya sangat mendukung upaya dan langkah yang dilakukan Dinas Pertanian melakukan Sosialisasi Pembentukan BUMP dengan menghadirkan narasumber dari provinsi.

"Saya sangat tertarik BUMP karena petani secara organisasi sudah banyak kelompok usaha, kelompok tani, dan asosiasi. Namun petani saat ini masih kurang kuat dari perantara/tengkulak, harapan ke depan petani bisa lebih kuat," ujar Wabup. Acara yang dilaksanakan di ruang pertemuan lantai II Dinas Pertanian selain dihadiri para petani juga dihadiri Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pertanian, Rabu (4/12/2019).

Wabup menegaskan, dengan BUMP kita harapkan petani kuat dan memaksimalkan hasil produksi yang sehat, dan meminimalkan biaya produksi.

"Dengan memaksimalkan produksi namun bisa menekan biaya, jika tidak efisiensi maka kita akan kalah bersaing, tetapi yang kita inginkan adalah barang sehat/bagus harga bersaing," ujarnya.

Bagaimana petani bisa kuat dengan organiasi petani, dan selain kuat dalam produksi, juga kuat dalam mencapai harga tawar dengan pembeli dan juga kuat dalam kita melakukan evisiensi.

"Saya melihat ada satu mata rantai dalam pertanian di Kubar perlu diintegrasikan, sebagai penghasil ikan cukup besar, namun peternak ayam, itik tidak terlalu kuat, diaman kita melihat banyaknya ayam yang masuk ke Kubar," katanya.

"Saya juga melihat hasil pertanian ketika kunjungan kerja di Kecamatan Penyinggahan, seperti labu cukup melimpah dan beratnya mencapai 15 kg per buah. Dudidaya ikan dalam keramba di Penyinggahan harus mendatangkan/membeli pakan ikan dari luar. Ke depan kita harapkan ada teknologi untuk mengombinasi labu sebagai pakan ikan sehingga bisa menurunkan biaya produksi ikan," tambahnya.

Di Kubar memiliki 42 ribu Hektar lahan karet, yang mana merupakan prosuk PTSP dan RPTE tahun 1988 dan hasil karetnya sangat baik. Hanya saja petani lemah dalam hal meraih ke pabrik yang ada di Kalimantan Selatan.

Saat ini juga sudah ada di Samarinda dengan jarak 350 km, tetapi ke depan diharapkan dengan keberadaan BUMP ini bisa membantu petani kuat dalam produksi, kuat dalam bernegosiasi dengan pembeli, dan kuat dalam efisiensi.

Selain bisa meningkatkan daya tawar petani, ke depan juga sangat diharapkan BUMP bisa melakukan penelitian dan menemukan teknologi yang tepat serta bisa diterapkan di Kubar dalam hal meningkatkan produksi dan menurunkan biaya produksi. (hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved