Mayat Balita tanpa Kepala

Temuan Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Biasanya Organ Tubuh Hilang Karena Tindakan Kriminal

Temuan Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Biasanya Organ Hilang Karena Tindakan Kriminal

Temuan Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Biasanya Organ Tubuh Hilang Karena Tindakan Kriminal
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.
Mayat balita Ahmad Yusuf Ghozali (4) masih di rumah sakit. Mayatnya ditemukan warga di Samarinda Ulu 

Namun beberapa menit kemudian saya kok masih penasaran dan kembali mengamati kedua kalinya benda tersebut lebih dicermati,

terlihat seperti  bentuk kaki dan badan anak kecil  tapi saya langsung panggil suami saya kemudian tetangga Pak Erki untuk turun ke parit  mengecek dan Ketua RT,

kemudian memanggil polisi untuk memastikan sosok mayat yang ditemukan karena perasaan saya tidak enak,"tuturnya.

PENEMUAN MAYAT -Petugas Ruang Jenazah menaruh sosok mayat diduga anak tanpa kepala ditemukan Warga RT  RT 30,  jalan Antasari 2 Gang 3 Kelurahan Teluk Lerong Ilir Samarinda Ulu di Ruang Jenazah RSUD Abdul Wahab Sjachranie Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019)
PENEMUAN MAYAT -Petugas Ruang Jenazah menaruh sosok mayat diduga anak tanpa kepala ditemukan Warga RT RT 30, jalan Antasari 2 Gang 3 Kelurahan Teluk Lerong Ilir Samarinda Ulu di Ruang Jenazah RSUD Abdul Wahab Sjachranie Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019) (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO.)

"Memang istri saya setelah bangun tidur kemudian membuka  jendela  kamar  sekitar pukul 06.00 Wita, kondisi hari sudah agak terang perasaan istri  tidak enak.

Biasanya kami melihat penampakan biawak hidup di parit tapi ini berbeda ternyata nampak mayat anak bayi tanpa ada kepalanya.

 Saya dan istri tak punya firasat apapun mengenai kejadian ini. Dan kami panggil tetangga pak Erki yang berani untuk mengambil sosok mayat tersebut," tambahnya.

Sementara Erki (38) warga RT 30   yang turun ke parit mengecek memastikan sosok tersebut mayat tak utuh berukuran sekitar 50 centimeter dengan kondisi berupa badan hingga kaki , sementara kedua tangan sudah rusak di parit aliran Sungai Karang Asam Kecil.

"Saya biasanya pagi berada di depan mengamati dan menyiapkann rombong pentol bakso dagangannya di halaman rumah, sebelum berangkat berjualan keliling dan biasa melihat tetangga Ika membuka jendela jika di pagi hari.

Dan tadi pagi saat duduk  memang  saya  inisiatif turun ke parit sekitar pukul 8.00 Wita," ujarnya.

Ketika diparit bau mayat  tidak terlalu menyengat  dengan kondisi tak utuh rusak di bagian dada, kedua tangan kanan dan ada kayu kecil,

kedua kaki juga sudah berwarna pucat putih serta ada kayu batang pohon kecil sepanjang 30 cm menyangkut  di celananya yang kotor.

 

Saya coba mengecek keadaan kelamin  di celananya tapi kondisi sudak rusak dan segera saya  angkat  diserahkan ke tim medis dan relawan.

Cepatnya informasi yang menyebar membuat warga juga turut menyaksikan  proses evakuasi.

Bahkan jembatan menuju  depan rumah saya jadi dipenuhi warga yang menyaksikan termasuk pengamanan dari polisi sekitar pukul 10.00 Wita,"tuturnya. (*)

Langganan berita pilihan tribunkaltim.co di WhatsApp klik di sini >> https://bit.ly/2OrEkMy

Langganan Berita Pilihan Tribun Kaltim di WhatsApp
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved