Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Ganggu Populasi Satwa dan Hutan Lindung

Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Ganggu Populasi Satwa dan Hutan Lindung

Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Heriani AM
Chief Science Officer Arsari Enviro Industry, Willie Smits 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -pemindahan Ibu Kota Negara tak ganggu populasi satwa dan hutan lindung

Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, yakni sebagaian Kabupaten Penajam Paser Utara  dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dipastikan berlokasi di tanah milik negara.

Salah satu lokasi yang sudah dibocorkan mantan Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro adalah kawasan hutan hak guna usaha (HGU) PT ITCI Hutani Manunggal (IHM), di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU, milik konglomerat Sukanto Tanoto.

Kawasan IHM bersebelahan langsung dengan PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU), milik Hashim Djojohadikusumo.

Baca Juga

 Polresta Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Yusuf Gazali yang Ditemukan tanpa Kepala, Ini Tujuannya

 TERUNGKAP Gaji Suami Iis Dahlia Satrio Dewandono, Pilot yang Terbangkan Dirut Garuda Ari Askhara

 Dirut Garuda Ari Askhara Dicopot Kasus Kecil, Anak Buah Prabowo Sentil Skandal Rp16T, Century Kalah

 Gara-gara Sakit Hati, Pemuda di Sebulu Kutai Kartanegara Tikam dan Bawa Kabur Motor Teman

Kedua lokasi tersebut merupakan kawasan hutan. Sempat santer beredar spekulasi bahwa pemindahan IKN di Kalimantan Timur,

akan menganggu populasi orangutan dan satwa dilindungi lain akibat hutan tempat tinggal mereka dibabat untuk dibangun gedung pencakar langit.

Chief Science Officer Arsari Enviro Industry, Willie Smits menampik spekulasi tersebut dengan tegas.

Kabar yang beredar tidak hanya di dalam negeri namun juga hingga ke luar negeri.

"Banyak cerita di luar negeri, bahkan salah satu media memberitakan, bahwa populasi orangutan dan satwa dilindungi terancam dengan pemindahan ibu kota," tutur Willie belum lama ini.

"Perlu diketahui, bahwa belum pernah ada di selatan Sungai Mahakam dan sebelah timur Sungai Kapuas ada populasi orangtua liar. Tidak ada," tegasnya.

Menurutnya informasi yang sudah terlanjur hinggap di kepala publik adalah informasi yang salah.

Baca Juga

 Tragis! Cinta Terlarang Tukang Pijat & Tukang Jagal, Mayat Korban Membusuk Pelaku Ditangkap di Berau

 Jelang Lawan Borneo FC Persib Dihadapkan Masalah Berat Robert Rene Alberts Yakin Bisa Buat Kejutan

 Kisah Nenek Perawan Akhirnya Ketemu Jodoh di Usia 56 Tahun Viral, Hadirin & Penghulu Senyum Bahagia

Lanjutnya, jika melihat lokasi IKN yang sudah diumumkan untuk digunakan sebagai ibu kota, yakni 40.000 hektare lahan HGU IHM adalah lahan yang akan direhabilitasi.

"Kalau kita juga melihat areal lokasi yang digunakan untuk ibu kota, adalah areal hutan rusak yang justru akan direhabilitasi dengan konsep ibu kota yang hijau," tukasnya.

Rela Keluarkan Uang Miliaran Rupiah Bangun Suaka Orangutan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved