Menteri Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Begini Harapan Kepada Dinas Pendidikan Tarakan

Menteri Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Begini Harapan Kepada Dinas Pendidikan Tarakan

Menteri Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Begini Harapan Kepada Dinas Pendidikan Tarakan
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
UNBK- Suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mata pelajaran Bahasa Indonedia di SMAN 2 jalan Kemakmuran Samarinda, Kalimantan Timur, Senin(1/4/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim akan menghapus Ujian Nasional (UN), begini harapan Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan, Kalimantan Utara ( Kaltara).

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan Ujian Nasional akan dihapuskan pada 2021 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo mengaku, sebagai pelaksana kebijakan di daerah, pihaknya akan taat terhadap apa yang dikeluarkan oleh Kemendikbud RI.

 Cut Tari dan Richard Kevin Menikah Hari Ini 12 Desember, Begini Reaksi Mantan Istri Yusuf Subrata

 Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 12 Desember 2019, Cancer Punya Ide-ide Baru, Leo Harus Waspada!

 Menteri Nadiem Makarim Hapuskan Ujian Nasional, Ikatan Guru Indonesia Minta Dipercepat Ini Alasannya

 VIDEO Persiapan di Venue Pernikahan Cut Tari - Richard Kevin, Suasana Jelang Akad Nikah dan Resepsi

"Semua yang dilaksanakan Kabupaten/Kota mengacu pada aturan Kemendikbud, kalau ada kebijakan baru kita siap laksanakan," ucap Tajuddin Tuwo kepada Tribunkaltim.co, Kamis (12/12/2019).

Ditanya mengenai efektif atau tidaknya UN diterapkan selama ini, dirinya menjelaskan UN merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa.

Setelah tidak adanya UN, dirinya meyakini pasti akan ada alat ukur lainnya.

"Kalau UN dihapus, pasti ada penggantinya, bisa lebih sederhana, atau bisa lebih efektif," imbuh Tajuddin Tuwo.

"Itu kan masih rencana untuk 2021, sekarang tetap kita gunakan UN," sambung Tajuddin Tuwo.

Kadisdikbud Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo
Kadisdikbud Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo (TRIBUN KALTIM / JUNISAH)

Terkait dengan kondisi pendidikan di Tarakan, dirinya menuturkan telah menerapkan delapan standar pendidikan dari Kemendikbud RI, salah satunya ketersediaan guru dan kualifikasinya.

"Kemendikbud menggariskan, sekarang semua guru harus sarjana. Kita terus dorong guru-guru agar sarjana. Di Tarakan, jumlahnya sekitar 10 guru yang belum sarjana," jelas Tajuddin Tuwo.

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved