Menteri Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Begini Harapan Kepada Dinas Pendidikan Tarakan

Menteri Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Begini Harapan Kepada Dinas Pendidikan Tarakan

Menteri Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Begini Harapan Kepada Dinas Pendidikan Tarakan
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
UNBK- Suasana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mata pelajaran Bahasa Indonedia di SMAN 2 jalan Kemakmuran Samarinda, Kalimantan Timur, Senin(1/4/2019). 

Program tersebut dibuat untuk mengganti program Ujian Nasional (UN).

"Sudah pasti ini akan dilaksanakan melalui komputer, itu sudah pasti tidak mungkin kita tidak melaksanakan (tanpa berbasis komputer). Apapun dalam standar nasional harus computer based," ujar Nadiem Makarim di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Meski begitu, Nadiem Makarim  mengatakan masih ada kendala karena tidak seluruh daerah dapat melakukan program dengan berbasis komputer. 

Kemendikbud bakal melakukan pembenahan terhadap masalah tersebut tahun ini.

"Jadi itu adalah PR kita untuk memastikan semua murid itu bisa. Karena kan sekarang ada beberapa daerak nggak bisa, jadi itu harus kita tuntaskan tahun ini," kata Nadiem Makarim.

Seperti diketahui, Nadiem Makarim akhirnya membeberkan program pengganti Ujian Nasional (UN).

Nadiem Makarim memastikan bahwa program UN akan tetap dilaksanakan pada 2020.

Namun, pada 2021 program ini akan digantikan dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

• Hari Ini 12 Desember 2019 Menikah dengan Richard Kevin, Ini Niat Cut Tari Membina Rumah Tangga Lagi

 Klasemen Liga 1 2019 Pasca Persib Menang atas Borneo FC, Persija Terancam Degradasi

 Pernikahan Cut Tari - Richard Kevin Hari Ini Kamis 12 Desember 2019 Persiapan Jelang Akad & Resepsi

 Kondisi Deden Natshir Masih Diragukan Musim Depan, Persib Dikabarkan Incar Kiper Timnas Indonesia

Alasan Nadiem Makarim ganti program Ujian Nasional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengungkapkan alasannya mengeluarkan program 'Merdeka Belajar' sebelum 100 hari kerjanya.

Nadiem Makarim sebelumnya mengatakan masih mempelajari, melakukan evaluasi dan konsultasi selama 100 hari awal masa kerjanya.

"Waktu pertama kali sertijab, saya sebut bahwa 100 hari pertama adalah untuk belajar.

Tapi karena Kabinet Indonesia Maju. Kami memutuskan untuk segera melakukan hal-hal dan kerja nyata.

Jadi bukan hanya rencana saja, tapi juga mengeluarkan kebijakan yang diperlukan bagi guru dan siswa-siswa di Indonesia," ujar Nadiem Makarim di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Program kebijakan 'Merdeka Belajar' tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), penggantian sistem Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Menurut Nadiem Makarim, program ini ditemukan setelah dirinya berdiskusi dengan pendidik, serta stakeholder dunia pendidikan.

"Jadi ini adalah hasil dari diskusi intensif dari ratusan stakeholder. Guru, kepala sekolah, kepala dinas, pengamat pendidikan, dosen dan pakar di Indonesia," ucap Nadiem Makarim.

Salah satu program yang paling menonjol adalah penggantian sistem UN dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Program UN akan tetap dilaksanakan pada 2020. Namun, pada 2021 program ini akan digantikan dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved