Workshop di FKIP Unikarta, Ini Enam Literasi yang Penting Menurut Pendiri Gerakan Literasi Kutai

Workshop di FKIP Unikarta, Ini Enam Literasi yang Penting Menurut Pendiri Gerakan Literasi Kutai

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Erwan Riyadi sebagai pendiri Gerakan Literasi Kutai membuka workshop literasi di gedung kearsipan dan Perpustakaan kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (12/12/2019). Kegiatan turut menghadirkan guru berdedikasi tahun 2019 Nurlia Santy sebagai narasumber workshop. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Workshop di FKIP Unikarta, Ini Enam Literasi yang Penting Menurut Pendiri Gerakan Literasi Kutai

Buku menjadi sumber ilmu yang bisa didapat di masyarakat.

Dengan membaca buku tentu menambah ilmu dan modal di kehidupan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu ilmu tersebut dipakai untuk kehidupan masyarakat.

 Cut Tari dan Richard Kevin Menikah Hari Ini 12 Desember, Begini Reaksi Mantan Istri Yusuf Subrata

 Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 12 Desember 2019, Cancer Punya Ide-ide Baru, Leo Harus Waspada!

 Menteri Nadiem Makarim Hapuskan Ujian Nasional, Ikatan Guru Indonesia Minta Dipercepat Ini Alasannya

 VIDEO Persiapan di Venue Pernikahan Cut Tari - Richard Kevin, Suasana Jelang Akad Nikah dan Resepsi

Buku merupakan salah satu literasi yang ada di masyarakat.

Tetapi, menurut Erwan Riyadi ada banyak sekali literasi yang ada di masyarakat.

Ada puluhan literasi yang ada di masyarakat. Namun ia hanya menentukan enam jenis literasi yang menjadi pegangan hidup maupun kehidupan sehari-hari.

"Pertama ada literasi bahasa, budaya, finansial, numerik, sains dan digital," ucapnya dalam seminar workshop literasi Fakultas FKIP Unikarta di Gedung Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya memahami literasi sangat penting di kehidupan.

Bahkan untuk memahami sebuah literasi adalah bukan sesuatu yang instan saja.

Dari sebuah literasi menurutnya merupakan esensi kehidupan manusia.

"Di usia saya sekarang saya menyimpulkan literasi adalah keseharian saya," katanya.

Menurutnya siapapun yang telah membaca ribuan buku tapi tidak dilakukan aksi hanyalah menjadikan literasi itu sia-sia.

"Itulah inti literasi yang sesungguhnya. Ketika orang baca tulisan harus bergerak. Itu inti dari literasi. Kita eksplorasi kemampuan kita untuk menjadi sesuatu yang lebih baik," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved