Berpotensi Kalahkan Filipina, Budidaya Bandeng di Tarakan Masih Mengandalkan Tambak Tradisional

Berpotensi Kalahkan Filipina, Budidaya Bandeng di Tarakan Masih Mengandalkan Tambak Tradisional,

TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
KOMODITAS EKSPOR - 15 Ribu benih ikan Bandeng dilepas di tambak tradisional seluas 1 Ha di kawasan pertambakan, Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur oleh Walikota Tarakan, Khairul, serta Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara), Hendik Sudaryanto, serta para petambak, Jumat (13/12/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN -Berpotensi Kalahkan Filipina, Budidaya Bandeng di Tarakan Masih Mengandalkan Tambak Tradisional.

Komoditas ikan Bandeng di Bumi Paguntaka digadang-gadang dapat menggeser Filipina sebagai negara penghasil ikan Bandeng termaju di dunia.

Jumat (13/12/2019) siang tadi Tribunkaltim.co berkesempatan untuk mengunjungi, sekaligus menyaksikan langsung pelepasan benih ikan Bandeng untuk pertama kalinya, setelah terakhir kali dilakukan pada 2016 lalu.

Baca Juga;

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 13 Desember 2019, Aries Berhasil Maju, Scorpio Jangan Mendramatisir!

Jokowi Tarik Semua Guru jadi PNS Pusat, IGI Senang, Kesejahteraan Merata Lepas dari Tekanan Petahana

Cut Tari Jadi Nyonya Richard Kevin, Sang Kakak Ungkap Waktu Pacaran dan Alasan Pilih Nikah di 12.12

Momen 12.12 Cut Tari Resmi Jadi Nyonya Richard Kevin dan Nadia Saphira Sah Jadi Nyonya Mikael Mirdad

15 Ribu benih ikan Bandeng dilepas di tambak tradisional seluas 1 Ha di kawasan pertambakan, Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur oleh Walikota Tarakan, Khairul, serta Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Kalimantan Utara ( Kaltara ), Hendik Sudaryanto, serta para petambak.

Di kawasan tersebut terdapat sekitar 50 petambak yang tergabung dalam Koperasi Rezeki Hidayah Serumpun, mengelola tambak seluas 15-20 Ha. Tidak hanya komoditas ikan Bandeng saja, namun juga dibudi dayakan komoditas Kepiting Soka dan Udang Windu.

Maskur, Ketua Koperasi Rezeki Hidayah Serumpun menjelaskan, tambak yang dikelola oleh koperasi merupakan salah satu tambak tertua di Tarakan. Tambak tersebut telah digunakan sejak tahun 1980 an hingga saat ini.

Dulunya, pihaknya lebih fokus pada budi daya kepiting Soka dan udang Windu, sedangkan ikan Bandeng hanya sebagai sampingan saja. Ketika produksi udang Windu dan kepiting Soka terus mengalami penurunan, pihaknya melihat ada potensi lain pada ikan Bandeng, hal itu juga sejalan dengan program BI yang mendukung penuh budi daya ikan Bandeng.

"Selama ini Bandeng hanya jadi sampingan saja, tidak menjadi budi daya utama kami. Dan, kita pun ingin ciptakan kemandirian pada Bandeng ini, lalu BI suport BI kami dengan program-programnya. Sekarang Bandeng kita jadikan budi daya unggulan kami," tuturnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (13/12/2019).

"BI fasilitasi kami dengan mendatangkan benih super untuk ekspor, tidak lagi kami pakai kualitas nomoer dua, serta melatih kami mulai dari proses produksi hingga penjualan, dari hulu ke hilirnya," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved