Biaya Politik Pilkada Samarinda Rp 50 M, Pengamat Sebut Dana Besar Kandidat Terpilih Rentan Korupsi

Biaya Politik Pilkada Samarinda Rp 50 M, Pengamat Sebut Dana Besar Kandidat Terpilih Rentan Korupsi,

Biaya Politik Pilkada Samarinda Rp 50 M, Pengamat Sebut Dana Besar Kandidat Terpilih Rentan Korupsi
Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan
Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman Lutfi Wahyudi 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA --Biaya Politik Pilkada Samarinda Rp 50 M, Pengamat Sebut Dana Besar Kandidat Terpilih Rentan Korupsi.

Biaya politik untuk maju di Pilkada sebesar Rp 50 miliar dianggap tak masuk akal. Biaya politik tinggi juga rentan terhadap praktik korupsi.

Pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Lutfi Wahyudi menilai dana politik terlalu besar bakal menjadi beban bagi kandidat setelah terpilih.

Baca Juga;

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 13 Desember 2019, Aries Berhasil Maju, Scorpio Jangan Mendramatisir!

Jokowi Tarik Semua Guru jadi PNS Pusat, IGI Senang, Kesejahteraan Merata Lepas dari Tekanan Petahana

Cut Tari Jadi Nyonya Richard Kevin, Sang Kakak Ungkap Waktu Pacaran dan Alasan Pilih Nikah di 12.12

Momen 12.12 Cut Tari Resmi Jadi Nyonya Richard Kevin dan Nadia Saphira Sah Jadi Nyonya Mikael Mirdad

Masa jabatan selama 5 tahun, artinya dalam setahun ia harus memperoleh pendapatan Rp 10 miliar untuk menutupi biaya politik yang dikeluarkan.

"Apakah mungkin dengan gaji/penghasilan Wali Kota cukup. Gajinya kan pasti tidak cukup. Apakah Siswadi ini ingin say war ke kandidat lain, pesannya kalau tidak ada dana Rp 50 miliar tidak usah maju atau memang segitu," ujar Lutfi Wahyudi.

Halaman
123
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved