Berit Pemprov Kalimantan Timur

Bicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Madrid, Isran Tegaskan Komitmen Kaltim Menjaga Hutan

Kalimantan Timur mendapat kehormatan hadir dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-25 (COP 25th - 2019

Bicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Madrid, Isran Tegaskan Komitmen Kaltim Menjaga Hutan
HUMASPROV KALTIM/ISTIMEWA
Gubernur Kaltim Isran Noor menyampaikan materi pada Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-25 di Madrid, Spanyol. 

MADRID - Kalimantan Timur mendapat kehormatan hadir dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-25 (COP 25th - 2019 United Nations Framework Convention on Climate Change) di Madrid, Spanyol, 2-13 Desember 2019.

Forum diskusi negara-negara bagian dan provinsi pemilik hutan tropis dunia itu secara khusus membahas isu penting penyelamatan dan pelestarian hutan dalam pertempuran perubahan iklim dunia yang semakin mengkhawatirkan.

Posisi Kaltim dalam forum yang diikuti 38 negara bagian dan provinsi anggota Governors Climate and Forest Task Force (GCF) sangat vital. Pasalnya, sejak tahun 2015 Pemerintah Indonesia memilih telah Kalimantan Timur sebagai yurisdiksi implementasi program REDD + dalam skema FCPF Carbon Fund.

Program ini akan diimplementasikan pada tahun 2020-2024. Tujuan utama program ini adalah mempertahankan 6,5 juta hektar atau setengah dari luas Kalimantan Timur yang merupakan habitat bagi kekayaan keanekaragaman hayati yang signifikan secara global dan mendukung kehidupan masyarakat adat masyarakat dan komunitas lokal.

"Komitmen Kaltim untuk menjaga hutan sudah sangat jelas. Selain dalam bentuk aksi dan kebijakan, saat ini sosialisasi terus kita lakukan ke masyarakat terkait pentingnya menjaga tutupan hutan dalam program FCPF Carbon Fund," kata Gubernur Kaltim Isran Noor dari arena COP 25th di Madrid, Spanyol.

"Kita galang kerja sama dengan berbagai pihak, baik di Kaltim, Indonesia maupun negara-negara donor melalui pendanaan Bank Dunia," imbuhnya.

Mengisi rangkaian kegiatan di Madrid, pada Senin, 9 Desember 2019, pukul 15.30 - 17.00 waktu setempat, Gubernur Isran Noor menghadiri pertemuan para gubernur yang tergabung dalam GCF. Sebanyak 14 gubernur dari Amerika Latin dan Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut.

"Gubernur menyampaikan update tentang kemajuan program kemitraan pengelolaan sumber daya alam di Kaltim," sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Ence Ahmad Rafiddin Rizal.

Bahkan terkait isu pemindahan ibu kota negara, Isran pun menegaskan, dirinya yang akan langsung mengawal pembangunan ibu kota agar benar-benar menjadi forest city, green city dan smart city.

"Ibu kota baru akan berada di tengah hutan. Ruang terbuka hijau enam puluh hingga tujuh puluh persen. Saya akan kawal. Justru revitalisasi akan kita lakukan di kawasan hutan yang sudah tidak berfungsi sebagai hutan," tegas Isran lagi.

Dalam forum ini, Gubernur Isran Noor didampingi Asisten Ekonomi Abu Helmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Ence Ahmad Rafiddin Rizal, Kepala Dinas ESDM Wahyu Widhi Heranata, Kepala Dinas PUPR Taufik Fauzi, Kepala Biro Umum S Adiyat dan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor. (sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved