Muncul Isu Krisis Air Bersih di Kota Balikpapan, Pemkot Disarankan Buat Perda Soal Air

Muncul Isu Krisis Air Bersih di Kota Balikpapan, Pemkot Disarankan Buat Perda Soal Air

Muncul Isu Krisis Air Bersih di Kota Balikpapan, Pemkot Disarankan Buat Perda Soal Air
TribunKaltim.Co/miftah aulia anggraini
Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (PPPEK), Nunu Anugrah saat berada di acara sosialisasi Pemanenan Air Hujan, Senin (16/12/19). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN-Muncul isu krisis air bersih di Kota Balikpapan, Pemkot disarankan buat Perda soal air

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (PPPEK), Nunu Anugrah menyebut, pemanenan air hujan penting dilakukan sebagai bagian dari konservasi air.

Hal itu disampaikannya saat acara sosialisasi pemanenan air hujan di SMP N 22 Balikpapan, yang turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Suryanto.

Diketahui, saat ini terdapat 3 kesepakatan penting terkait dengan konservasi air yang harus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan.

Live Streaming TV Online Persib vs Badak Lampung Kesempatan Maung Bandung Naik ke 5 Besar

Kejutan buat Gibran Rakabuming, Pria Tajir Ini Siap Danai hingga Menang Pilkada Solo, Taksiran Rp40M

Datang ke Konser Berdua, Penonton Diajak Melly Goeslaw Doakan Sang Adik Vidi Aldiano Lekas Sembuh

10 Hotel Murah di Labuan Bajo Cocok untuk Rayakan Liburan Tahun Baru 2020, Tarif Mulai Rp 100 Ribuan

Pertama disebutkan bahwa Pemkot Balikpapan harus mendesain peraturan daerah terkait air.

Kemudian pembentukan forum DAS, dan yang terakhir adalah kegiatan sosialisasi pemanenan air hujan.

Dalam kesempatannya, Nunu mengatakan pemanenan air hujan penting dilakukan sebagai tindakan valid dalam menghadapi krisis air bersih.

"Pemanenan air hujan memang penting dilakukan. Disamping muncul isu krisis air di dunia yang lebih scientific,

perlu memang dilakukan tindakan nyata sebagai solusi untuk menghadapi itu," ujar Nunu, Senin (16/12/19).

Terlebih Nunu menambahkan dari data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini capaian air bersih baru mencapai angka 72,55 persen.

Halaman
12
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved