Berita Pemprov Kalimantan Timur

Presiden Jokowi Injakkan Kaki di Desa Pemaluan Kaltim, Selamat Datang Ibu Kota Baru

Salah satu target pentingnya adalah Menara Pemantau Api milik PT ITCI Hutani Manunggal di Sektor Terunen, Bukit Sudharmono

Presiden Jokowi Injakkan Kaki di Desa Pemaluan Kaltim, Selamat Datang Ibu Kota Baru
HUMASPROV KALTIM/BIRO PERS SETNEG
Gubernur Kaltim Isran Noor setia mendampingi Presiden Joko Widodo saat kunjungan ke lokasi rencana pembangunan ibu kota negara di Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU. 

SEPAKU - Rabu (17/12/2019), Presiden Joko Widodo mendadak ke Kaltim. Salah satu target pentingnya adalah Menara Pemantau Api milik PT ITCI Hutani Manunggal di Sektor Terunen, Bukit Sudharmono, Desa Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Presiden ingin melihat lebih dekat rencana lokasi ibu kota negara baru yang diinginkannya. Meski hujan mengguyur tanah Sepaku sejak pagi, Presiden Joko Widodo tak mengurungkan niatnya. Licin dan lumpur di sepanjang perjalanan pun tak kuasa mengubah niatnya.

Kedatangan Presiden seperti ingin menegaskan, bahwa feelingnya memilih Kaltim tidaklah keliru. Sepanjang kunjungannya ini, Presiden Joko Widodo terlihat perbincangan serius dengan Gubernur Isran Noor dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju. Sesekali terlihat senyum dan canda tawa dari mereka. Presiden nampak sangat puas melihat lokasi calon pusat pemerintahan Indonesia itu.

“Ini kunjungan pertama saya setelah kita putuskan PPU dan Kukar sebagai calon ibu kota negara, 26 Agustus lalu,” kata Presiden Jokowi.

Dengan posisi pandang yang sangat luas, Presiden Jokowi, Gubernur Isran Noor dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju memerhatikan hamparan lahan berbukit yang kemungkinan besar akan menjadi bagian penting kawasan inti ibu kota baru Indonesia. Setelah melihat rencana lokasi secara langsung, Presiden Jokowi semakin yakin dengan keputusannya memilih Kalimantan Timur.

“Luasannya 256 ribu hektar yang akan dipakai dan dicadangkan untuk kawasan ibu kota. Di sini infrastruktur dasar jalan, meskipun baru perkerasan, yang tadi kita lewati, sudah ada. Ini memudahkan,” sebut Jokowi meyakinkan.

Penegasan Presiden Jokowi ini tentu menjadi kabar gembira. Visi Kaltim Berdaulat yang diusung Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, dengan 5 misinya, ternyata “berjodoh” dengan Visi Indonesia Maju.

Untuk Indonesia Maju, negara harus merancang sebuah pusat pemerintahan yang secara geografis dan politis benar-benar berada di tengah Indonesia. Kue pembangunan bukan hanya untuk Jawa dan Sumatera.

Sejak awal digaungkan, Kaltim Berdaulat bukan sebuah gerakan perjuangan untuk memisahkan diri dari NKRI. Melainkan sebentuk pesan kepada pemerintah pusat agar pembangunan harus menyebar merata ke setiap jengkal republik ini. Terlebih Kaltim sebagai daerah penghasil sumber daya alam dan penerima risiko terbesar, sebagai dampak eksploitasi sumber daya alam.

Kaltim Berdaulat hanya pengingat agar daerah penghasil mendapatkan hak sewajarnya. Dan Kaltim Berdaulat benar-benar akan meraih tuahnya, setelah presiden Joko Widodo memilih Kaltim sebagai lokasi ibu kota baru, pengganti Jakarta yang sudah semakin sesak. Kaltim Berdaulat benar-benar telah menghadirkan tuahnya. (hms/adv)

Wujud Pembangunan Indonesia Berkeadilan

Gubernur KAltim Isran Noor
Gubernur KAltim Isran Noor (HUMASPROV KALTIM/HERU)

“Memilih Kaltim sebagai ibu kota negara akan menjadi PENYEIMBANG pembangunan Indonesia, karena selama ini pembangunan hanya tertumpu di Pulau Jawa. Pemindahan ibu kota negara adalah upaya untuk membangun KEADILAN bagi semua wilayah dan rakyat Indonesia. Pemindahan ibu kota negara bukan untuk Kaltim, tapi untuk Indonesia” - Gubernur Kaltim H Isran Noor

Kaltim Terbuka Bagi Warga Pendatang

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi (Tribunkaltim.co, Purnomo Susanto)

“Masyarakat Kaltim selalu terbuka dengan warga pendatang, bahkan sejak zaman kerajaan dulu. Buktinya, banyak gamelan di Museum Tenggarong. Belum lagi bantuan lahan dari kerajaan Kutai untuk warga dari Sulawesi yang datang ke Samarinda. Di Kaltim juga tidak pernah terjadi konflik bernuansa SARA, karena masyarakat di sini sangat cinta damai. Jadi sangat pas untuk menjadi ibu kota negara” - Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi

Tags
Pemaluan
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved