Berita Pemprov Kalimantan Timur

Rampungnya Jalan Tol dan Lokasi Ibu Kota Negara Berkah Satu Tahun Kaltim Berdaulat

Kedatangan Presiden di akhir tahun ini menjadi hadiah spesial bagi rakyat Kaltim dan berkah satu tahun pelaksanaan Visi Berani Untuk Kaltim Berdaulat.

Rampungnya Jalan Tol dan Lokasi Ibu Kota Negara Berkah Satu Tahun Kaltim Berdaulat
HUMASPROV KALTIM
Menatap luas hamparan lahan PT ITCI Hutani Manunggal di Bukit Sudharmono di Desa Pemaluan, Presiden Joko Widodo semakin yakin ibu kota baru sangat tepat dibangun di Sepaku. 

SAMARINDA - PRESIDEN Joko Widodo memilih datang pertengahan Desember 2019. Padahal sebelumnya, sebagian Jalan Tol Balikpapan Samarinda kabarnya akan diresmikan akhir Oktober.

Rupanya, Sang Presiden ingin datang untuk memastikan dua hal sekaligus. Pertama memastikan jalan tol sudah benar-benar bisa dinikmati masyarakat dan memantapkan feelingnya untuk ibu kota negara.

Presiden Joko Widodo memang sudah menyebut ibu kota negara yang baru akan berada di sebagian Penajam Paser Utara (PPU) dan sebagian di Kutai Kartanegara (Kukar).

Tapi tampaknya, Presiden Joko Widodo ingin melihat lebih dekat lokasi yang mungkin akan menjadi kawasan inti dan pusat pemerintahan baru Indonesia.

Kedatangan Presiden di akhir tahun ini menjadi hadiah spesial bagi rakyat Kaltim dan berkah satu tahun pelaksanaan Visi Berani Untuk Kaltim Berdaulat.

Meski tidak lagi ada alokasi untuk proyek jalan tol seperti ditegaskan Gubernur Isran Noor di awal masa kepemimpinannya, ternyata jalan tol tetap bisa diselesaikan. Bahkan saat ini, hanya tersisa sedikit di Seksi 1 dan Seksi 5. Secara keseluruhan jalan tol yang rampung bahkan sudah mencapai 99,54%.

Dalam banyak kesempatan, Gubernur Isran Noor selalu menegaskan bahwa APBD hanya akan digunakan untuk pemerataan dan keadilan pembangunan di daerah. Itulah salah satu makna dari implementasi Kaltim Berdaulat.

Selebihnya, proyek-proyek yang bersifat strategis nasional, seperti jalan tol dan proyek-proyek lainnya harus dituntaskan dengan dana pusat (APBN) maupun investasi.

Tuah Kaltim Berdaulat lainnya adalah kepercayaan Presiden Joko Widodo yang memilih Kaltim sebagai calon ibu kota negara baru, tanpa lobi-lobi politik.

“Pemindahan ibu kota negara itu sepenuhnya urusan negara. Tak perlu lobi-lobian, karena setiap lobi pasti akan berkonsekuensi. Jika negara menginginkan Kaltim, kita akan dukung penuh. Begitu juga jika daerah lain dipilih, Kaltim juga akan mendukung penuh,” tegas Isran jauh sebelum pengumuman oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 26 Agustus lalu. (hms/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved