Jagung dan Kacang Terendam Banjir, Petani di Samarinda Gagal Panen, Biasa 25 Karung Sisa 5 Karung

Jagung dan Kacang Terendam Banjir, Petani di Samarinda Gagal Panen, Biasa 25 Karung Sisa 5 Karung

Jagung dan Kacang Terendam Banjir, Petani di Samarinda Gagal Panen, Biasa 25 Karung Sisa 5 Karung - panen-jagung-menurun.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
PANEN JAGUNG MENURUN- Petani menjual jagung di halaman rumah jalan Giri Rejo Kelurahan Lempake Samarinda Utara Kalimantan Timur, Selasa (24/12/2019).Biasanya petani Pariyem bisa menjual jagung sampai 25 karung, karena telah 2 hari terendam banjir harus menerima bisa menjual hasil panen turun jadi 5 karung 50 Kilogram dengan harga jagung 2.000 perbiji.
Jagung dan Kacang Terendam Banjir, Petani di Samarinda Gagal Panen, Biasa 25 Karung Sisa 5 Karung - hasil-tani-terendam.jpg
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
HASIL TANI TERENDAM-Petani membawa kacang tanah yang dipetiknya di lahan pertanian kawasan jalan Usaha Tani Betapus Lempake Samarinda Utara Kalimantan Timur, Senin, Selasa 24/12/2019).Biasanya petani Pairan dibantu anaknya bisa menjual jagung sampai 10 karung kacang karena telah 2 hari terendam banjir harus menerima bisa menjual 10 karung 50 kilogram kacang, ia harus rela hasil panen turun jadi 5 karung.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebun jagung dan kacang terendam banjir, petani di Samarinda gagal panen, biasa panen mencapai 25 karung kini hanya sisa 5 karung.

Hujan mengguyur Kota Samarinda dan sekitarnya sejak 2 hari lalu, dengan intensitas lebih dari 1 jam malam dan dinihari sangat berdampak bagi petani jagung  warga jalan Giri Rejo RT 25 Kelurahan Lempake dan jalan Beliau, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (24/12/2019).

Pariyem, petani di jalan Giri Rejo yang telah bersama suaminya tinggal di sana sejak masa transmigrasi 1971 mengaku biasanya bisa panen 25 karung jika  tidak banjir.

"Saat memetik jagung ketinggian air merendam sejak 2 hari lalu di ladang 1/4 hektare dengan ukuran lebar 25 meter panjang laham 100 meter, mencapai sepinggang orang dewasa.

Sekarang hanya bisa menjual sekitar 5 karung dari jagung yang dipetik saat banjir," tutur Pariyem didampingi anaknya Pariyono.

Kini Pariyem tetap berusaha memenuhi kebutuhan hidup bersama keluarganya.

BACA JUGA

Polresta Samarinda Melakukan PAM Operasi Lilin 2019 Bersinergi Bersama TNI dan Unsur Terkait

Breaking News-24 Warga Binaan Lapas II A Samarinda Terima Remisi Natal, Begini Penjelasan Kalapas

Sektor Ekonomi Migas Melorot Tiap Tahun di Bontang, Begini Strategi Walikota Neni Moerniaeni

Halaman
1234
Penulis: Nevrianto
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved