Ibu Kota Baru

Jatam Kaltim Catat 94 Lubang Tambang di Kawasan IKN Ditinggalkan Perusahaan, Ini yang Diuntungkan

Jatam Kaltim Catat 94 lubang tambang di kawasan Ibu Kota Negara ( IKN ) ditinggalkan perusahaan, Ini yang diuntungkan.

Jatam Kaltim Catat 94 Lubang Tambang di Kawasan IKN Ditinggalkan Perusahaan, Ini yang Diuntungkan
Dok Tribunkaltim.co
LUBANG TAMBANG - Warga RT 24 Sangasanga saat mengibarkan merah putih di lubang tambang, Jumat (17/8/2018). Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim) menurut Jaringan Tambang Kalimantan Timur ( Jatam Kaltim ), merupakan kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan terkesan terburu-buru. 

Rupang membeberkan, dari 94 lubang tambang yang tercatat melalui citra satelit dengan menemukan titik koordinatnya, paling banyak terdapat di daerah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ).

"Kalau di Sepaku, lubang tambangnya dari perusahan tambang PT Singlurus Pratama yang merupakan peringkat pertama yang menghasilkan lubang tambang di wilayah IKN ini," bebernya.

Oleh karena itu ungkap dia, bukan warga Penajam Paser Utara yang diuntungkan dari adanya IKN tersebut.

Melainkan menguntungkan para elit politik, pengusaha tambang, pengusaha sawit, pengusaha property bahkan menguntungkan penguasa lahan skala besar dari hadirnya IKN di Kalimantan Timur ini.

BACA JUGA: 

 Momen Jin BTS di 2019, Terburuk hingga Menggembirakan, Ada yang tak Mau Dijawab Kim Seokjin

 Siswi SMP Ini Dapat Perlakuan tak Senonoh di Perpustakaan, Pelaku Guru Honorer SD, Empat Kali Cabul

 Beredar Info Laut di Jawa Retak dan Gempa serta Tsunami di Malam Tahun Baru BMKG Beri Fakta Begini

"Apa bentuk kompensasinya, ada berbagai hal, bisa jadi tukar guling dalam bentuk konsesi lain, bagi-bagi proyek, pemberian jabatan," pungkasnya.

Ia juga menambahkan, yang lebih penting juga dari pembangunan mega proyek IKN tersebut.

Mekanisme pembiayaannya lagi-lagi dengan berhutang sehingga akan kembali dibebankan kepada masyarakat.

"Sementara ekonomi kita belum stabil dan belum keluar dari krisis, tapi kita dipaksa untuk menyetujui seperempat dari APBN nasional digelontorkan untuk mega proyek IKN," tutupnya.

(Tribunkaltim.co/Aris Joni)

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved