Rabu, 13 Mei 2026

Nelayan Tarakan Hilang

Kisah Epe, Menangis di Perahu yang Terbalik, Lihat Ayahnya Tenggelam Terbawa Arus di Kaltara

Kisah Epe, Menangis di Perahu yang Terbalik, Lihat Ayahnya Tenggelam Terbawa Arus

Tayang:
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.Co/Christoper D
NELAYAN TENGGELAM - Rumah korban, bangunan semi permanen yang terletak di kawasan Mamburungan, RT 12, Gang Family, Tarakan Timur, Sabtu (28/12/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Naharullah (13) tampak terlihat tegar, walaupun kesedihan tidak bisa disembunyikan dari wajah murid kelas VI Sekolah Dasar (SD) tersebut.

Naharullah merupakan anak yang ditemukan nelayan dari Berau terkatung-katung di tengah lautan usai mengalami insiden naas dengan ayahnya di perairan pulau Cincin, Kabupatan Bulungan, Kalimantan Utara ( Kaltara)  Jumat (27/12/2019) pagi kemarin.

Naharullah juga lah orang terakhir yang melihat ayahnya hanyut terbawa derasnya arus lautan.

BACA JUGA:

 Daftar Striker Haus Gol Cocok Gantikan Sylvano Comvalius di Arema FC, Patrick Cruz Hingga Ezechiel

 Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 28 Desember 2019 Virgo Cerdik tapi Banyak Kesalahan, Aries Waktu Indah

 Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 28 Desember 2019 Virgo Cerdik tapi Banyak Kesalahan, Aries Waktu Indah

 BOXING DAY: Manchester City Takluk dari Wolverhampton Wanderers, Kiper Ederson Diganjar Kartu Merah

Naharullah bisa selamat usai dirinya dapat menggapai perahu yang sempat terbalik akibat menarik pukat yang tersangkut di dalam laut.

Ditemui di rumah tinggalnya, di kawasan Mamburungan, Gang Family, RT 12, Tarakan Timur.

Naharullah yang akrab disapa Epe menceritakan mengenai kejadian naas yang menimpa dirinya dan ayahnya.

Jumat (27/12/2019) pagi kemarin, ayahnya mengajak dirinya untuk pergi ke laut mencari ikan dan udang.

Dirinya pun tidak bisa menolak ajakan ayahnya itu, dan langsung bersiap pergi ke laut dengan menggunakan perahu fiber bermesin 15 Pk.

"Dulu memang pernah ikut ke laut, tapi sudah lama. Baru kemarin itu saya turun lagi ke laut, karena kebutulan lagi libur sekolah sekarang ini," ucapnya mengawali, Sabtu (28/12/2019).

Sekitar pukul 08.00 Wita, saat keberangkatan ke laut, cuaca sedang tidak bersahabat.

BACA JUGA: 

 Tanpa BTS, TXT, dan GFRIEND, Line Up Collab MBC Music Festival 2019, MBC Bantah Tudingan Blacklist

 BREAKING NEWS Perahu Terbalik, Nelayan Ayah dan Anak Asal Tarakan Tenggelam, Satu Korban Ditemukan

 Kabar Bahagia Baim Wong Resmi Jadi Ayah, Ini Kepanikan Detik-detik Jelang Paula Verhoeven Melahirkan

 Kabar Bahagia Baim Wong Resmi Jadi Ayah, Ini Kepanikan Detik-detik Jelang Paula Verhoeven Melahirkan

Saat itu sedang terjadi hujan. Namun, hujan tidak membuat Abd Azis (42), menunda keberangkatan.

Sesampainya di lokasi yang dinilai terdapat banyak udang dan ikan, keduanya lalu menurunkan pukat ke laut.

Saat itu gelombang tidak terlalu besar, namun kondisi air sedang surut.

Tidak lama setelah menurunkan pukat, ayahnya lalu meminta dirinya untuk menggunakan sarung tangan, agar telapak tangan tidak terluka saat menarik pukat.

Ternyata pukat tersebut tersangkut.

Selain berupaya menarik dengan tangan, agar terlepas dari jerat, pukat juga ditarik dengan menggunakan perahu.

Hal itulah yang membuat perahu terbalik dan keduanya tercebur ke lautan.

"Saya sempat dapat perahu. Kondisi perahu sudah terbalik, saya naik di atasnya. Bapak sempat berenang ke arah perahu, tapi tidak sampai-sampai, lalu terbawa arus, hilang," ucapnya kepada Tribunkaltim.co.

Epe pun berupaya untuk mencari pertolongan.

Dari kejauhan, dirinya melihat dua perahu berjalan beriringan.

Teriakan, serta lambaian tangan sudah dilakukannya, namun tidak ada respon dari pengemudi perahu tersebut.

"Jaraknya memang jauh, mereka tidak lihat saya. Padahal saya sudah teriak sekeras-kerasnya, saya juga melambaikan tangan, tapi tidak terlihat oleh mereka," ungkapnya.

Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya, dirinya pun hanya bisa pasrah, sambil berharap ada bantuan maupun pertolongan datang.

"Saya hanya bisa nangis, bapak saya hanyut ke arah laut luar," imbuhnya.

Sekitar lima jam terkatung-katung di lautan, terdapat nelayan dari Kabupaten Berau yang kebetulan melintas disekitar lokasi kejadian.

Epe lalu ditolong, dan sempat melakukan pencarian.

BACA JUGA:

 Daftar Striker Haus Gol Cocok Gantikan Sylvano Comvalius di Arema FC, Patrick Cruz Hingga Ezechiel

 Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 28 Desember 2019 Virgo Cerdik tapi Banyak Kesalahan, Aries Waktu Indah

 Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 28 Desember 2019 Virgo Cerdik tapi Banyak Kesalahan, Aries Waktu Indah

 BOXING DAY: Manchester City Takluk dari Wolverhampton Wanderers, Kiper Ederson Diganjar Kartu Merah

Setelah Epe diantar ke rumahnya, warga lainnya yang juga nelayan ramai-ramai kembali ke laut bersama Epe guna melakukan pencarian.

Namun, korban hingga saat ini belum juga ditemukan.

Kehidupan seorang nelayan tradisional memang mengharuskan korban untuk pergi ke laut mencari ikan dan udang, guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Epe merupakan anak kedua dari enam bersaudara, adik-adiknya masih berusia balita, sedangkan kakaknya berusia tidak jauh dengan Epe.

Saat ini, Epe merupakan anak laki-laki tertua dari keluarga tersebut.

Satu-satunya mata pencarian keluarga ini yakni dari laut. Ikan yang diperoleh, nantinya akan diolah menjadi ikan kering, lalu dijual.

Sedangkan udang, akan dijual ke pengepul udang ekspor.

"Ia, ikan asinnya dijual di depan gang, ada pondok mama di sana," tutur Epe.

Keluarga ini tinggal di rumah semi permanen, bahkan sejumlah sisi dinding hanya ditutup dengan atap seng. Di dalamnya, hanya terdapat dua ruangan, ruang tamu dan satu kamar, serta dapur.

Sedangkan Fauziah, ibu Epe, masih terlihat shock, bahkan beberapa berteriak histeris. Beberapa kali ibunya menyalahkan dirinya atas kejadian itu.

Ibunya masih tampak tidak bisa menerima kejadian yang menimpa keluarganya tersebut.

"Kenapa kamu biarkan bapak mu itu nak, kenapa tidak kamu tolong dia. Kenapa tidak kalian potong saja pukat itu," ucapnya.

(Tribunkaltim.co/Christoper D)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved