Kritik Kiai Said Aqil Siradj : Negara Dikuasai Orang Berduit, Sri Mulyani Beri Kredit NU tapi

Kritik Kiai Said Aqil Siradj terhadap pemerintahan Jokowi, Negara dikuasai orang berduit, Sri Mulyani pernah beri kredit NU tapi begini kenyataannya.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj memberikan sambutan saat peluncuran Said Aqil Siradj (SAS) Institut di Jakarta (1/8/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kritik Kiai Said Aqil Siradj terhadap pemerintahan Jokowi, Negara dikuasai orang berduit, Sri Mulyani pernah beri kredit NU tapi begini kenyataannya.    

Dalam haul ke-6 KH Anas Sirojudin, Kiai Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) menyampaikan sejumlah kritikan terhadap pemerintahan Jokowi.

Dalam pernyataannya, Kiai Aqil Siradj ikut menyebut Bukalapak dan Lazada, termasuk menyindir soal kredit yang diberikan Sri Mulyani kepada NU.

Kyai Said Aqil Siradj menyebut Negara Republik Indonesia saat ini dikuasai oleh segelintir orang yang hanya punya duit.

"Sekarang ini yang korupsi triliyunan tenang-tenang saja. Kenapa? Negara ini sekarang sistem yang berjalan negara oligarch.

Ini negara dikuasai oleh orang-orang yang punya duit. Atau didukung oleh orang-orang yang punya duit.

Alasan KH Said Aqil Siradj di Balik Kritik Pedas ke Jokowi, Sri Mulyani, hingga Bukalapak dan Lazada

 Disemprot Kiai Said Aqil Siradj, Sri Mulyani Beber Fakta Sebenarnya soal Kredit Murah ke PBNU

 Blak-blakan! Ini Alasan Said Aqil Siradj Dukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 Lalu

 Said Aqil Siradj Ungkap Peran Besar Jokowi yang Sulit Dilupakan Warga NU

Pak Jokowi tidak punya duit, Pak Jokowi tidak punya partai karena bukan ketua partai, tapi didukung yang punya duit dan punya partai," katanya.

Selain itu, sejumlah tokoh agama seperti KH Cecep Abdullah Syahid (Pengasuh Pesantren Al Falah Cicalengka Bandung, Juara Qori Internasional), Muhammad Luthfi (Ketua DPRD Kabupaten Cirebon), KH Aziz Hakim (Ketua PCNU Kabupaten Cirebon) dan sekitar 10 ribuan jemaah yang hadir di acara Haul ke-6, KH Anas Sirojudin.

Haul digelar di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui pesantren ini dipimpin Pengasuh KH Imam Jazuli yang merupakan Alumni Universitas al-Azhar, Mesir, juga Alumnus Pesantren Lirboyo Kediri, Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid 6 Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Periode 2010-2015.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj ketika menyampaikan ceramah di acara Haul KH Anas Sirojudin di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon.
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj ketika menyampaikan ceramah di acara Haul KH Anas Sirojudin di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa)

"Melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Bupati Cirebon, melarat tidak punya duit jangan berharap jadi Gubernur Jawa Barat.

Yang pegang kuasa adalah Oligarch, sekelompok kecil yang punya duit. Atau didukung orang yang punya duit, paham mboten?" kata Kyai Said Aqil Siradj dengan suara lantang di hadapan para jamaah haul.

Pimpinan Ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini menyatakan para Oligarch itu kebanyakan sudah kaya sejak jaman orde baru, hanya di jaman orde baru mereka kaya tapi tidak berpolitik karena politiknya Pak Harto dikuasai tentara.

Yang bukan tentara tidak bisa berpolitik hanya mereka kaya saja.

 Pernyataan Ketum PBNU Said Aqil Picu Polemik; Dilaporkan ke Polisi, Ini Tanggapan Berbagai Pihak

 Bertemu Said Aqil Siradj, Prabowo Minta Maaf Karena Fadli Zon Terlalu Ketus Kepada Tokoh NU

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved