Terduga Pelaku Penyerangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Dianggap Pasang Badan, Ini Alasannya

Terduga pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan dinilai pasang badan, ini tanggapan Ahli Hukum Muhtar Said

Terduga Pelaku Penyerangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan Dianggap Pasang Badan, Ini Alasannya
Tribunnews.com
Penyidik senior KPK Novel Baswedan (kanan) bersama Istrinya Rina Emilda (kiri) hadir dalam aksi #SaveKPK 'Koruptor Makin Kotor, Kembali Tebar Teror' di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (15/1/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Ahli Hukum, Muhtar Said mengganggap wajar dugaan sejumlah pihak yang menyebut pelaku penyerangan Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sebagai orang yang pasang badan belaka.

Sebab, penanganan kasus Novel Baswedan dinilai berlarut-larut oleh sejumlah pihak.

"Kalau orang berspekulasi tersebut itu adalah hal yang wajar, karena kasusnya bertahun-tahun mengambang tidak ada kepastian," ujar Muhtar Said saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (28/12/2019) malam.

Muhtar Said juga mengatakan kecurigaan publik bisa semakin mendalam karena alat bukti sudah didapatkan sejak awal.

"Padahal ketika sudah ada bukti awal yaitu rekaman, bagi saya dari pihak kepolisian rekaman itu adalah menjadi petunjuk yang sangat efektif," ucapnya.

"Apalagi Bareskrim ini mempunyai alat yang canggih ya," tambah Said yang juga seorang Peneliti Pusat Pendidikan & Anti Korupsi (PUSDAK ) Ilmu Hukum, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jakarta.

Tertangkapnya pelaku penyerangan, menurut Muhtar Said justru harus lebih diawasi proses penyidikannya oleh masyarakat.

"Justru adanya penangkapan ini, masyarakat terutama untuk kalangan akademisi hukum dan aktivis anti korupsi, harus mengawasi betul proses penyidikannya," tambahnya.

Dua Polisi Anak Buah Idham Aziz Serang Penyidik KPK Novel Baswedan, Kapolri Minta Ini Dikedepankan

Polri Pernah Rilis Sketsa Wajah Terduga Pelaku Penyiraman Novel Baswedan, Apa Sama dengan Tersangka?

Novel Baswedan tak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Mukanya Lantaran Dendam Pribadi

Anggota Jadi Pelaku Penyerang Novel Baswedan KPK, Polri Dalami Potensi Keterlibatan Jenderal Polisi

Menurut Muhtar Said hal itu berkaitan erat dengan rasa kepercayaan masyarakat kepada Polri.

"Itu penting supaya polisi juga terbuka kepada masyarakat motifnya apa," ujar Muhtar Said.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved