Dari Samarinda Jelajah UK 3

Mengejar Diskon di Surganya Barang Branded, Suvenir Unik & Makanan Tradisional di Christmas Market

Bicester Village benar-benar surganya barang mewah. Pembeli dari berbagai negara tumplek di sini. Apalagi desain outletnya sungguh keren.

Mengejar Diskon di Surganya Barang Branded, Suvenir Unik & Makanan Tradisional di Christmas Market
HO_Inni Indarpuri
Inni Indarpuri di depan kampus Universitas Gasglow, salah satu universitas kuno di Inggris yang masih eksis hingga kini (disebut ancient university). 

* Penulis: Inni Indarpuri,  Kasubbag Publikasi Biro Humas Setprov Kalimantan Timur

TRIBUNKALTIM.CO, - Hal yang bisa membuat kalap, dan menjebol kantong hingga rela berpuasa hanya makan nasi dan kerupuk sekembalinya ke tanah air nanti, adalah jejeran barang mewah di Negeri Ratu Elizabeth. Apalagi memasuki bulan Desember, rayuan diskon kian menambah 'mupeng' untuk membelinya. Produk Eropa (Italia dan Paris), termasuk made in Inggris sendiri, harganya lumayan miring dibandingkan jika membelinya di Indonesia, apalagi adanya tax refund.

Saya beruntung berada di Inggris menjelang natal. Kebanyakan toko sedang berbaik hati, mencantumkan pengumuman Black Friday di depan pintu masuk. Black Friday dihelat mendekati perayaan natal, diskon besar-besaran seperti halnya boxing box akhir tahun, bahkan hingga 70 persen. Black Friday dimulai sehari setelah thanksgiving. Biasanya berlangsung sepekan, 29 November hingga 2 Desember. Bisa dibayangkan warga Inggris yang tak mau melewatkan kesempatan berbelanja kebutuhan natal, baur dengan warga asing seperti saya demi mengejar diskon.

Salah satu pusat perbelanjaan barang branded yang wajib masuk dalam itinerary adalah outlet yang bernama Bicester Village. Satu jam dari London saya sudah menjangkaunya. Bicester Village benar-benar surganya barang mewah. Pembeli dari berbagai negara tumplek di sini. Apalagi desain outletnya sungguh keren. Orang menyebutnya gaya rumah-rumah di pedesaan. Disediakan bangku-bangku taman, café dan beragam Street Food sebagai pengganjal perut yang mudah lapar di musim dingin.

Memasuki Bicester Village, Coach dengan harga diskon lansung menyambut saya. Berjalan lurus ke depan, ada DKNY, Dolce & Gabbana, Luis Vuitton, Prada, Furla, Lacoste, Dior, Cath Kidston dengan khas bunga-bunganya, dan beberapa merk buatan Inggris sepatu Clarks, M&S, Timberland dan tentu yang sangat menggiurkan, made in Inggris lainnya Burberry dan Ted Baker.

Ingin berbelanja ala bangunan Mall yang tertutup, juga ada. Mampir saja ke Livingston Designer Outlet. Sebagaimana Bicester Village, Livingston juga menawarkan barang-barang branded. Lagi-lagi dengan diskon yang tak kalah menggiurkan. Jika lelah berbelanja, sambil melepas penat saya sempatkan menikmati secangkir kopi hangat di kedai Costa (Costa Coffee), yang memang menjadi salah satu kedai kopi favorit di Inggris.

Uniknya Christmas Market dan Murahnya Primark
Satu lagi yang membuat saya bersyukur datang menjelang natal di UK adalah keberadaan Christmas Market. Hampir disetiap kota di UK menghadirkan Christmas Market atau pasar natal. Konon tradisi Christmas Market berasal dari Jerman, lalu merambah ke negara-negara lain di Eropa.

Keceriaan dan sukacita tergambar di setiap Christmas Market. Pohon natal tinggi besar dan hiasan lampu warna warni menjadi ciri khas, ditambah dengan live musik dan aneka permainan untuk anak-anak. Umumnya Christmas Market digelar diluar ruangan, kebanyakan di taman, dengan kios-kios yang terbuat dari kayu, menambah kesan hangatnya natal.

Sayang rasanya, jika ke UK tidak mampir ke Christmas Market. Suvenir unik dan makanan tradisional yang tidak setiap hari bisa ditemukan, bermunculan di Christmas Market. Kerajinan tangan ekslusif, kue-kue tradisional yang khas seperti gingerbread, aneka coklat, aneka sosis termasuk sosis khas Jerman (bratwurst), cinnamon buns (roti dengan kayu manis) dan berbagai pastry. Di Christmas Market juga terdapat kios yang menjual aneka tanaman hingga pohon bonsai, bahkan framed photo.

Di beberapa sudut nampak di buat lokal pub, yang menjual hot mulled wine yang di negara Jerman disebut gluehwein, yakni minuman penghangat tubuh, disajikan hangat dengan campuran rempah. Dan di Manchester, Christmas Market yang sempat saya singgahi (setelah sebelumnya saya mampir ke Old Trafford Stadium markasnya MU), terdapat mug Manchester yang unik, konon tema mug ini berganti setiap tahunnya untuk menyambut pergantian natal.

Di salah satu stand pada Christmas Market di Manchester, terdapat stand yang menjual pernak-pernik Harry Potter. Pesanan dari tanah air yang kelupaan dibelikan di Shambel Street York atau di Scotlandia bisa dilengkapi disini. Di tempat ini pula saya berpapasan dengan penduduk lokal yang membawa camilan kesukaan saya, churros (donat spanyol). Wah, saya segera memburu stand yang menjualnya. Beruntung ketemu. Malam itu, di Christmas Market Manchester saya menikmati churros yang ukurannya jauh lebih besar dari churros yang dijual di Indonesia. Selain super kenyang, tentu saja saya harus berkompromi dengan siraman dark coklat di atasnya, yang sedikit pahit bagi lidah orang Indonesia.

Halaman
123
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved