Pemerintahan di Kabupaten Paser Sudah Ada Sejak Abad XVI, Berikut Penuturan Heriansyah Idris

Pemerintahan di Kabupaten Paser Sudah Ada Sejak Abad XVI, Berikut Penuturan Heriansyah Idris

Pemerintahan di Kabupaten Paser Sudah Ada Sejak Abad XVI, Berikut Penuturan Heriansyah Idris
Tribunkaltim.Co/sarassani
Kepala Satpol PP Paser H Heriansyah Idris dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Panitia HUT Ke-60 Kabupaten Paser membacakan sejarah Paser, Minggu (29/12/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER– Pemerintahan di Kabupaten Paser sudah ada sejak abad XVI, berikut penuturan Heriansyah Idris

Tanggal 29 Desember 2019 Kabupaten Paser genap berusia 60 tahun.

Dalam perjalanannya, Paser banyak mencatat sejarah mulai dari menjadi bagian daerah di Provinsi Kalimantan Selatan  hingga melahirkan satu kabupaten, yaitu Kabupaten Penajam Paser Utara 

Namun pemerintahan di Kabupaten Paser sebenarnya sudah ada sejak abad Ke XVI.

Seperti disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser H Heriansyah Idris selaku Koordinator Panitia Peringatan HUT Ke-60 Kabupaten Paser.

“Pada tahun 1516 atau di abad XVI berdiri Kerajaan Sadurengas yang kemudian dinamakan Kesultanan Pasir.

Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-60 Kabupaten Paser, 16 Raperda Disahkan DPRD Sepanjang Tahun 2019

HUT Ke-60 Kabupaten Paser, Bupati Yusriansyah Persembahkan 3 Kado untuk Masyarakat Bumi Daya Taka

HUT Ke-60 Kabupaten Paser, Bupati Yusriansyah Syarkawi Persembahkan Tugu Usuk Bulau

Maknai Semangat Peringatan HUT Ke-60 Kabupaten Paser, Diskarpus Lakukan Penelusuran Arsip Bersejarah

Kerajaan ini dipimpin seorang wanita Putri Petung, wilayah kerajaan Sadurengas waktu itu meliputi Kabupaten Paser, ditambah PPU dan sebagian provinsi Kalsel,” kata Heriansyah.

Tahun 1523, Putri Petung menikah dengan Abu Mansyur Indra Jaya. Pernikahan Putri Petung dengan pemimpin ekspedisi syiar Islam dari Kesultanan Demak ini melahirkan 4 anak. Seperti Aji Mas Pati Indra, Aji Putri Mitir, Aji Mas Anom Indra dan Aji Putri Ratna.

Heriansyah kemudian menuturkan perjalanan pemerintahan Kesultanan Pasir hingga berakhir di masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kusuma yang bergelar Sultan Ibrahim Khaliluddin 1900-1906.

“Saat itu juga merupakan masa perjuangan rakyat Pasir melawan penjajah Belanda,” ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: Sarassani
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved