Ibu Kota Baru

Banyak Kendala Ibu Kota Negara di Kaltim, Pengamat Nilai Sejauh Ini Sulit Wujudkan Kota Hijau Cerdas

Banyak Kendala Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur ( Kaltim ), pengamat nilai sejauh ini sulit wujudkan Kota Hijau cerdas

Banyak Kendala Ibu Kota Negara di Kaltim, Pengamat Nilai Sejauh Ini Sulit Wujudkan Kota Hijau Cerdas
TribunKaltim.Co/Budi Susilo
IBU KOTA BARU - Rencana pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur berdampak pada geliat bisnis poperti di Kota Balikpapan Kalimantan Timur. Lokasi Kota Balikpapan dekat dengan kawasan Ibu Kota Negara Indonesia di Penajam Paser Utara, Kaltim. Foto Borneo Bay City Balikpapan 14 Desember 2019 siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Belum lama ini Presiden Indonesia Joko Widodo ( Jokowi ) kunjungi Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ). 

Lokasi ini merupakan kawasan Ibu Kota Negara Indonesia yang baru, menggantikan wilayah Jakarta. 

Selain Presiden Jokowi, ada beberapa menteri kabinet Jokowi pun ikut ke lokasi Sepaku, melihat secara langsung situasi calon lokasi ibu kota baru Indonesia di Penajam Paser Utara

Keberadaan lokasi Penajam Paser Utara dan rencana pembangunan Ibu Kota Negara di Penajam Paser Utara Kalimantan tersebut, mendapat respon atau tanggapan dari kalangan akademisi. 

Konsep Kota Hijau cerdas dalam pembangunan Ibu Kota Negara Indonesia belum disiapkan secara matang.

Padahal, persiapan sejak dini sekaligus dapat memitigasi dampak dari pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, seperti kendaraan listrik.

Kali ini pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan.

Dengan kondisi saat ini, rasanya sulit mewujudkan pembangunan Kota Hijau cerdas di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, lokasi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur atau Kaltim.

Seusai mengunjungi kawasan tersebut beberapa hari lalu, menurut dia, banyak kendala di lapangan yang masih perlu diselesaikan.

”Harus ada ketetapan rencana tata ruang daerah. Supaya jelas mana saja daerah konservasi hutan beserta satwa liarnya, berapa luas lahan maksimal yang akan dibangun, dan di mana lokasi persisnya,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (29/12/2019).

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved