Eksekusi Mati Pembunuh Satu Keluarga di Surabaya Terhambat, Ini yang Dilakukan Kejati Jawa Timur

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur harus bersabar. Eksekusi mati terhadap Sugiono alias Sugik belum bisa dilaksanakan karena terpidana belum memenuhi syarat

(Thinkstock)
Ilustrasi pengadilan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur harus bersabar. Eksekusi mati terhadap Sugiono alias Sugik belum bisa dilaksanakan karena terpidana belum memenuhi syarat.

Sugik adalah pelaku pembunuhan satu keluarga di Surabaya pada 1995. Sugik kini dilaporkan mengalami gangguan jiwa.

Hal ini yang menghambat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan eksekusi.

Dilansir dari Kompas.com, Sugik yang saat ini mendekam di Lapas Porong Sidoarjo itu disebut mengalami gangguan jiwa, sehingga kejaksaan tidak bisa memberikan hak-haknya sebelum dilakukan eksekusi mati.

"Yang bersangkutan ( Sugik ) diajak bicara tidak merespons, dan tim dokter susah berkomunikasi," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Mohammad Dhofir saat dihubungi, Selasa (31/12/2019).

Padahal menurut aturan, terpidana mati sebelum dieksekusi harus menjalani proses karantina dan diberi hak menyampaikan permintaan terakhir.

Baca Juga;

Ucapan Selamat Tahun Baru 2020, Lengkap dengan Gambar, Cocok Update dan Dibagikan WA FB IG Twitter

Resmi, Persebaya Surabaya Lepas 9 Pemain Otavio Dutra hingga Pemain Asing yang Baru Gabung

Eks Borneo FC Jadi Pendatang Baru Terbaik di Persib Bandung, Ini Tekad Abdul Aziz Selama Libur

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved