Rano Karno Disebut Kebagian Rp 700 Juta dari Korupsi Adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana

Rano Karno disebut dapat uang Rp 700 juta dari Korupsi adik Ratu Atut Chosiyah Tubagus Chaeri Wardana

Rano Karno Disebut Kebagian Rp 700 Juta dari Korupsi Adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Rano Karno disebut dapat uang Rp 700 juta dari Korupsi adik Ratu Atut Chosiyah Tubagus Chaeri Wardana 

TRIBUNKALTIM.CO - Rano Karno disebut dapat uang Rp 700 juta dari Korupsi adik Ratu Atut Chosiyah Tubagus Chaeri Wardana

Nama Rano Karno terseret dalam kasus korupsi yangdlakukan adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan .

Nama Rano Karno disebut menerima Rp 700 juta terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada sekitar tahun anggaran 2012.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Djadja Buddy Suhardja menyebut bahwa mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno mendapatkan uang Rp 700 juta, terkait pengadaan alat kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada sekitar tahun anggaran 2012.

Menurut Djadja, pemberian uang tersebut merupakan atas arahan adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Hal itu diungkapkan Djadja saat bersaksi untuk Wawan.

Kenang Kepergian Ria Irawan, Rano Karno Unggah Video Tembang Duet Lawas Setangkai Anggrek Bulan

Unggah Video Lawas Duet Bareng Ria Irawan, Rano Karno Ucapkan Selamat Jalan dan Kirimkan Al-Fatihah

Terungkap Akhir Kisah Cinta Segitiga Si Doel di Sekuel Film Terakhir, Rano Karno Akhirnya Memilih

Profil Rano Karno Berulang Tahun Hari Ini, Main Film Sejak Usia 9 Tahun, Miliki Segudang Penghargaan

Wawan merupakan terdakwa dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Puskesmas Kota Tangerang Selatan pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012; kedokteran rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada APBD dan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2012 dan pencucian uang.

"Oh pernah (berikan uang ke Rano Karno), Pak. Karena, Pak Rano bilang sudah ke Pak Wawan. Rp 700 jutaan lah Pak," kata Djadja di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (6/1/2020).

Menurut Djadja, pemberian itu berlangsung dalam lima tahap.

Uang itu ada yang diberikan secara langsung oleh dirinya, ada yang melewati pihak lain.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved