Beredar Tarif Tol Balsam Rp 1000 per Km, Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim Minta Tarif Turun Rp 500 per Km

Beredar tarif Tol Balsam Rp 1000 per Km, Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim Minta Tarif Turun Rp 500 per Km

TRIBUNKALTIM.CO/ FACHMI RACHMAN
Pengguna Tol Balikpapan-Samarinda yang masuk melalui Samboja sedang melakukan transaksi dengan e-Money di gerbang masuk Tol. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana pemberlakuan tarif Tol Balikpapan Samarinda (Balsam) sebesar Rp 1000 per kilometer untuk golongan 1 (umum) hingga Rp 3.000 golongan V (truk di atas 4 gandar) dinilai berat oleh anggota DPRD Provinsi Kaltim.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud kepada Tribun, Senin (5/1) mengungkapkan, nilai tarif tol Balsam yang ditawarkan memberatkan masyarakat pengguna jalan nantinya. Untuk itu, ia meminta agar nantinya tarif tersebut diturunkan.

"Kalau menurut saya, itu tarifnya kemahalan. Harusnya, untuk pertama ini semua tarif itu murah dulu," ujarnya saat diwawancarai melalui telepon selularnya.

"Ya minimal setengah harganya dulu lah. Kalau yang ditetapkan Rp 1.000 per km, untuk tahap awal Rp 500 per km.

Artinya, kalau yang seharusnya membayar Rp 100 ribu jadi hanya membayar Rp 50 ribu saja," lanjutnya.

Minta Tarif Tol Balsam Rp 50 Ribu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim: Itu Tarifnya Kemahalan

Pemberlakukan Tarif Tol Balsam Belum Jelas, BPJT Belum Putuskan, Pemprov Kaltim Belum Diajak Bicara

Tol Balikpapan-Samarinda Masih Gratis, Waktunya Sampai Ada Keputusan Tarif Tol dari Menteri PUPR

Dikemukakan, Hasanuddin, tarif yang ditetapkan Rp 1.000 hingga Rp 3.000 per km bisa berdampak pada keberatannya masyarakat Kaltim yang menggunakan tol. Karena dinilai cukup mahal.

Masalahnya ada jalan alternatif selain jalan tol. Masih ada jalan poros Samarinda-Balikpapan. Mungkin kebanyakan para pengguna jalan lebih memilih kembali ke jalan itu daripada melalui jalan tol.

Terlebih, lanjut Hasanuddin, landasan jalan Tol Balsam berupa cor beton membuat ban kendaraan lebih cepat terkikis. Kalau melalui jalan poros yang lama jalannya berupa aspal, ban mobil akan lebih terjaga.

Presiden Joko Widodo saat peresmian Jalan Tol Balikpapan – Samarinda di Gerbang Tol Samboja, Kabupaten Kutai Kartanehgara, Kaltim, Selasa (17/12/2019).
Presiden Joko Widodo saat peresmian Jalan Tol Balikpapan – Samarinda di Gerbang Tol Samboja, Kabupaten Kutai Kartanehgara, Kaltim, Selasa (17/12/2019). (HUMASPROV KALTIM/ADI SUSENO)

"Ya kalau mahal-mahal tarifnya, pengendara akan lebih milih lewat jalan lama yang aspal. Ketimbang lewat jalan tol. Sebab, ban kendaraan lebih awet lewat jalan aspal ketimbang lewat jalan cor beton di Tol Balsam," tegasnya.

Berbeda dengan Hasanudin, Wakil Ketua DPRD Kaltim Andi Harun mengatakan besaran tarif tol Balsam Rp 1000 per km sudah sesuai dengan biaya operasional jalan tol.

Halaman
123
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved