Pemakaman Qassem Soleimani, Umumkan Hadiah 80 Juta Dolar AS untuk Kematian Donald Trump

Hadiah sebesar 80 juta dolar AS atau setara Rp 1,1 triliun bagi mereka yang dapat membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Theusposts.com
Kronologi Tewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani Diserang AS, Donald Trump Singgung Soal Perang 

TRIBUNKALTIM.CO, TEHERAN - Prosesi pemakaman jenazah Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Teheran, ibukota Iran, Senin (6/1/2020), berlangsung dramatis.

Penyelenggara prosesi pemakaman bahkan mengeluarkan pengumuman mengenai adanya hadiah sebesar 80 juta dolar AS atau setara Rp 1,1 triliun bagi mereka yang dapat membunuh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Iran memiliki 80 juta penduduk. Kami ingin mengumpulkan 80 juta dolar AS untuk hadiah bagi mereka yang dapat membawa kepala Presiden Trump. Kami ingin setiap penduduk Iran menyumbang 1 dolar untuk hadiah tersebut," ujar sebuah pengumuman yang disampaikan dalam prosesi pemakaman Qassem.

Ribuan orang yang mengenakan pakaian serba hitam berkumpul di Teheran untuk mengikuti prosesi penghormatan terakhir terhadap Komandan Pasukan Quds yang tewas di Baghad, Irak, Jumat lalu.

Jenazah Qasem Soleimani tiba di Teheran pada Minggu, setelah sebelumnya diterbangkan dari Baghdad ke Kota Ahvaz.

Sebelum dimakamkam di Kota Kerman, kampung halaman almarhum, Selasa, jenazah Qassem akan disemayamkan di Qom, sebuah kota suci Shiah di selatan Teheran.

Para pelayat membawa potret Qassem Soleimani dan mengibarkan bendera Iran. Mereka meneriakkan yel-yel, "Hancurkan Amerika!"  Qassem Soleimani sangat dihormati dan dicintai di Iran sehingga negara itu  mendeklarasikan tiga hari berkabung nasional.

Putri Qasem Soleimani sempat berorasi di kampus Universitas Teheran.

Ia menyebut kematian ayahnya akibat serangan rudal dari drone (pesawat tak berawak) militer AS akan membawa hari-hari gelap bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Zeinab Soleimani, putri almarhum, di depan massa mengatakan Presiden Trump telah gagal merencanakan niat jahat memisahkan Irak dan Iran melalui pembunuhan terhadap ayahnya pemimpin milisi Irak, Abu Mahdi Al‑Muhandis.

Halaman
1234
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved