Jadi Cabor Unggulan, Pengprov Biliar Kaltim Target Pertahankan Emas di PON Papua, Ini Persiapannya

tahankan emas merupakan target utama Pengurus Provinsi ( Pengprov ) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia ( POBSI ) Kaltim pada PON Papua 2020

Jadi Cabor Unggulan, Pengprov Biliar Kaltim Target Pertahankan Emas di PON Papua, Ini Persiapannya
HO/Humas KONI Kaltim
Heri Hendi, salah satu atlet Biliar andalan Kaltim pada PON Papua 2020 mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mempertahankan emas merupakan target utama Pengurus Provinsi ( Pengprov ) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia ( POBSI ) Kaltim pada PON Papua 2020 mendatang.

Dikatakan Sekretaris Umum Pengprov POBSI Kaltim, Zulkarnain. Cabor Biliar yang dulunya hanya masuk dalam kategori harapan penyumbang medali, saat ini telah masuk dalam kategori unggulan.

"Selama ini Biliar hanya jadi cabor harapan saja, tapi sekarang sudah masuk kategori unggulan untuk menyumbang medali ke Kaltim. Bahkan, dulunya saat Pra PON saja tidak pernah dapat medali," ucap Zulkarnain yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Media dan Humas KONI Kaltim, Rabu (7/1/2020).

Hal tersebut tidak terlepas dari pembinaan, serta kerja keras atlet guna dapat mencapai hasil yang maksimal. Pada PON Papua 2020 mendatang, terdapat lima atlet Biliar Kaltim yang bakal berlaga di Bumi Cendrawasih.

Lima atlet tersebut akan mengikuti 10 nomor yang dipertandingkan pada cabor Biliar, di antaranya Bola 15, Bola 8, Bola 9 dan English Internasional.

"Target kita mempertahankan emas saja," imbuh Zulkarnain.

Baca Juga;

Eks Lokalisasi Manggar Sari Dibongkar, DKK Balikpapan Akui Sering Kesulitan Masuk Periksa PSK

Jenazah Terborgol di Sungai Mahakam, Ternyata Andi Tomi Alun Samudera Koleba Warga Samarinda

Sempat Dibantah Persipura Jayapura, Gelandang Imanuel Wanggai Resmi Berlabuh ke Borneo FC

Singgung Masalah Banjir di HUT Kaltim, Isran Noor: Sejak Kuda Makan Tembaga Samarinda Sudah Banjir

Guna memaksimalkan persiapan atlet jelang pelaksaan PON, pihaknya telah mengagendakan untuk melakukan try out sebanyak tiga kali, diantaranya dua kali di dalam negeri dan sekali ke luar negeri.

"Di dalam negeri bisa di Bandung atau di Jakarta, kalau di luar negeri kita ke kawasan Asia Tenggara saja. Kita pilih negara di kawasan Asia Tenggara karena terkait dengan biaya dan akomodasi," pungkas Zulkarnain. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved