Breaking News:

Kontraktor

Kontraktor PDAM di Kota Bontang Terancam Masuk Daftar Hitam

Kontraktor proyek tersebut bersiap masuk daftar hitam apabila tak bisa menyelesaikan hingga batas waktu perpanjangan yang diberikan pemerintah.

Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO/ FACHRI R
Walikota Bontang Neni Moerniaeni 

Dijelaskannya, dalam aturan Unit Layanan Pengadaan (ULP) mengatakan pihak pemberi proyek dapat melakukan black list.

Artinya kontraktor yang bersangkutan tak bisa lagi mengikuti lelang proyek ke depannya, lantaran dianggap ingkar terhadap perjanjian kontrak yang telah disepakati. "Dinas PUPR berhak memberikan tekanan itu," ungkapnya.

Namun, beberapa hari belakangan ini pihaknya melihat pergerakan positif dari pihak kontraktor. Tanah yang berada di aspal, kemudian sebagian besar di trotoar jalan mulai diangkut.

"Sebenarnya sudah mulai membuang, ada pergerakanlah. Di depan PDAM sampai Bontang Plaza, Mudahan 1 sampai 2 minggu klir dengan pembeesihannya. Jangan sampai kerjanya belum sempurna, baru dikatakan selesai. Kita panggil PU bila menyatakan selesai," ungkapnya.

Diketahui, rapat kerja tersebut dihadiri Direktur PDAM, Suramin dan Kabid Sanitasi Air Minum dan Sumber Daya Air PUPR Bontang,

Karel membawa jajarannya masing-masing."Ini tindak lanjut sidak. Kita tekan pengawasan infranstruktur, harus menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu yang ditetapkan. Soal normalisasi galian pipa, kami Sepakat, PU dan PDAM ikut memantau," katanya. (bie)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved