Breaking News:

Pasca Speedboat Reguler Mogok Beroperasi, Aktivitas di Dermaga Kayan II Kembali Normal

Pasca speedboat reguler mogok beroperasi beberapa hari lalu, kini aktivitas di Dermaga Kayan II kembali normal

Penulis: Amiruddin | Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.Co/Amiruddin
Suasana di Dermaga Kayan II Tanjung Selor, Rabu (8/1/2020) pagi ini. 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR -Pasca speedboat reguler mogok beroperasi beberapa hari lalu, kini aktivitas di Dermaga Kayan II kembali normal 

Aktivitas bongkar muat penumpang di Dermaga Kayan II, Tanjung Selor, Kalimantan Utara  berjalan normal sejak dua hari terakhir.

Hal itu terpantau di Dermaga Kayan II, Jl Sabanar Lama, Tanjung Selor, Rabu (8/1/2020) pagi ini.

Empat unit speedboat reguler, terlihat menurunkan penumpang di dermaga tersebut.

Padahal, tiga hari sebelumnya atau Sabtu-Senin (4-6/1/2020), pengusaha speedboat melakukan aksi mogok.

Aksi mogok tersebut merupakan buntut protes, atas adanya rencana kenaikan tarif tambat di dermaga.

Akibatnya, penyeberangan rute Tanjung Selor-Tarakan ataupun sebaliknya, sempat terganggu.

"Sudah normal sejak kemarin. Sudah ada pertemuan dengan DPRD Kaltara, membahas masalah itu," kata seorang anak buah kapal (ABK), Ishak kepada Tribunkaltim.co.

Ishak juga menyebut, tidak ada kenaikan tarif rute Tarakan - Tanjung Selor. Yakni, Rp 110.000 sekali jalan.

Seorang penumpang asal Tarakan, Sukur juga membenarkan tak ada kenaikan tarif penyeberangan.

"Belum ada kenaikan. Tadi saya masih bayar Rp 110.000," ujar Sukur.

Ditambahkan Sukur, ia sangat berterimakasih atas normalnya kembali penyeberangan rute Tanjung Selor-Tarakan.

"Kemarin waktu mogok, kami pakai speedboat berukuran kecil. Sekarang sudah normal lagi," tuturnya.

Pantauan Tribunkaltim.co, sejumlah penumpang terlihat antri di loket tiket.

Tak adalagi penumpukan penumpang di dermaga tersebut.

Sejumlah speedboat reguler juga terlihat hilir mudik di Dermaga Kayan II.

Ada Kesepakatan Pemprov dan Kapasdab Kaltara

Sebelumnya, rapat dengar pendapat antara Gapasdap Tarakan dengan DPRD dan Pemprov Kalimantan Utara di Gedung DPRD Kalimantan Utara menghasilkan sejumlah poin kesepakatan soal tarif retribusi tambat yang baru.

Terlepas dari komitmen Gapasdap Tarakan untuk mulai mengoperasikan speedboat reguler melayani penumpang semua rute di Kalimantan Utara mulai besok, Selasa (7/1/2020), ada empat poin kesepakatan yang berhasil ditarik.

DPRD, Dinas Perhubungan, Biro Hukum, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Gapasdap bersepakat dilakukannya penundaan tarif baru retribusi tambat sesuai Lampiran VI huruf a Nomor 3 Peraturan Daerah Kalimantan Utara Nomor 11 Tahun 2019 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Ketua DPRD Kalimantan Utara Nurhayati Andris mengungkapkan, penundaan tersebut berdasar Surat Nomor 06/DPD-Gapasdap/TJS/I/2020 tanggal 6 Januari 2020 perihal Peninjauan Tarif Retribusi Tambat Kapal pada Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

"Poin kesepakatan ini juga termasuk akan beroperasinya kembali speedboat reguler besok tanggal 7 Januari. Kamk berterimakasih kepada Gapasdap dan teman-teman Pemprov atas komunikasi dan kerjasamanya untuk mengurai masalah ini," kata Nurhayati kepada wartawan, Senin (6/1/2020) d Gedung DPRD Kalimantan Utara.

Kesepakatan ketiga adalah akan dilakukannya penertiban petugas tiket yang tidak resmi dalam waktu dekat. Sebelumnya, kesepakatan ini merupakan masukan dari pihak Gapasdap.

Baca Juga;

Siap Hadapi Ekspansi Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur, Begini Persiapan Plaza Balikpapan

Teken MoU Optimalkan Pelabuhan, Diprediksi akan Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah Kutai Kartanegara

10 Proyek 2019 Molor, Walikota Balikpapan Belum Mau Ungkap Kontraktor yang Masuk Daftar Hitam

Menteri Suharso Monoarfa Beber Agenda Lahirnya Badan Otorita Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim

Kata Nurhayati, Pemprov dan DPRD Kalimantan Utara akan memanggil pihak Pertamina untuk mengatasi kelanggkaan bahan bakar minyak bagi operasional moda transportasi laut seperti speedboat di wilayah Kalimantan Utara.

"Kita juga bersepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan pada tanggal 9 Januari nanti menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan yang sudah kita ambil," ujarnya.

Kesepakatan terakhir, setiap permasalahan yang timbul Gapasdap mesti berkomunikasi dengan DPRD dan Pemprov, dan tidak melakukan aksi mogok. Sebaliknya Gapasdap berkomitmen tidak akan melakukan aksi mogok lagi dengan catatan aspirasinya ditindaklanjuti oleh Pemprov dan DPRD. 

Awak Speedboat Beroperasi Kembali

Berita sebelumnya. Melalui pembahasan alot selama empat jam lebih di Gedung DPRD Kalimantan Utara, Senin (6/1/2020).

Akhirnya Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan ( Gapasdap ) Tarakan menyatakan bersedia beroperasi kembali.

Sekretaris DPC Gapasdap Tarakan, Mulyadi mengatakan, speedboat reguler mulai beroperasi besok, Selasa (7/1/2020) untuk semua rute dari pelabuhan Tengkayu Tarakan.

"Iya, besok sudah mulai operasi kembali," katanya singkat di gedung DPRD Kalimantan Utara.

Keputusan beroperasi kembali, merupakan hasil kesepakatan antar anggota Gapasdap dan tidak terlepas dari permohonan Ketua DPRD Nurhayati Andris bersama sejumlah anggota DPRD lainnya dari Komisi II dan Komisi III.

Dalam pertemuan yang selesai pukul 16.30 sore, Gapasdap juga bersepakat tidak melakukan aksi-aksi mogok lagi asal aspirasinya ditindaklanjuti dengan cepat baik oleh DPRD maupun Pemprov.

"Kalau diakomodir dengan baik, kita tidak akan mogok," sebutnya.

Menurut Mulyadi, perubahan tarif merupakan sesuatu hal yang wajar. Hanya saja kenaikan tarif lama ke tarif baru

Menurutnya nilainya sangat signifikan sehingga memberatkan pengusaha.

"Perubahan tidak harus sesignifikan seperti yang kita sama-sama tahu," ujarnya.

Sebelumnya speedboat reguler hanya retribusi tambat sebesar Rp 20 per hari. Dengan kebijakan baru, pengusaha speedboat harus merogoh kocek di atas Rp 100 ribu per hari.

Baca Juga;

Tak Lagi Berkawan, PKS dan Gerindra Memanas hingga Prabowo Subianto Jadi Sasaran Soal Polemik Natuna

Big Match Napoli vs Inter, Antonio Conte Sebut Eks AC Milan Gennaro Gattuso Jadi Ancaman Inter Milan

Video Viral Perkelahian Siswi di PPU, Hari Ini Dipanggil Bupati, Berikut Fakta-fakta Kejadian

Walikota Bontang dan Balikpapan Diingatkan tak Lakukan Mutasi Mulai 8 Januari, Ini Dasarnya

"Per hari dulu itu Rp 20 ribu. Kalau speedboat 25 GT dengan retribusi baru, sekitar Rp 130 ribu sampai Rp 160 ribu per hari," katanya.

Ia juga menegaskan, Gapasdap siap andil dalam penyusunan kajian tarif retribusi tambat yang baru, bersama Pemprov dan DPRD Kalimantan Utara.

Pihak Speedboat Reguler Mogok, Begini Suasana di Dermaga Kayan II Tanjung Selor

Lima unit speed boat terlihat bersandar di tepi Sungai Kayan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (6/1/2020) sore.

Sekitar 100 meter dari Dermaga Kayan II, Jl Sabanar Lama, Tanjung Selor.

Seorang pria paruh baya, terlihat berada di atas speed boat tersebut.

Namanya Len.

Ia salah seorang anak buah kapal (ABK) speed boat yang sandar.

"Speed boat lagi mogok pak. Sudah tiga hari," kata Len, saat ditemui Tribunkaltim.co.

Len mengaku, pengusaha speed boat memilih mogok, karena adanya kenaikan tarif tambat di dermaga.

Hal itu dianggap merugikan pengusaha speed boat, karena harus merogoh kocek lebih banyak.

"Kami ikut saja sama bos, yang pemilik speed boat pak. Makanya ini kami mogok," ujarnya.

Selama speed boat berukuran besar mogok, penumpang rute Tarakan - Tanjung Selor ataupun sebaliknya, menggunakan speed dengan ukuran yang lebih kecil.

Salah seorang penumpang tujuan Tarakan, Rahman mengaku biasanya menggunakan speed boat berukuran besar.

Tetapi gegara mogok, ia menggunakan speed yang kecil.

"Kita ikut aja, karena speed reguler mogok, yah pake speed kecil aja," tuturnya.

Sebelumnya, tarif tambat speed reguler hanya Rp 20 ribu per hari.

Namun dengan adanya kenaikan tarif, pemilik speed boat bisa merogoh kocek hingga 100 ribu lebih.

Siang tadi, juga diketahui DPRD Kaltara dan pengusaha speed boat membahas mogoknya speed boat tersebut.

Pantauan Tribunkaltim.co, di Dermaga Kayan II sore ini, hanya terlihat dua speed berukuran kecil yang ditambatkan.

(Tribunkaltim.co)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved