Atlet Panahan Kaltim Terpaksa Pakai Alat Sendiri karena Bantuan KONI Tidak Kunjung Terealisasi

Atlet Panahan Kaltim Terpaksa Pakai Alat Sendiri karena Bantuan KONI Tidak Kunjung Terealisasi

Atlet Panahan Kaltim Terpaksa Pakai Alat Sendiri karena Bantuan KONI Tidak Kunjung Terealisasi
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HP
Atlet Panahan Kaltim saat Kejurprov beberapa waktu lalu di lapangan panahan komplek Stadion Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur. 

SAMARINDA, TRIBUNKALTIM.CO - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim memiliki target yang tidak muluk-muluk pada PON Papua 2020 mendatang.

Mendapatkan satu medali emas saja merupakan sejarah bagi cabor Panahan Kaltim, pasalnya selama keikutsertaan Kaltim pada cabor Panahan di PON, belum ada atlet yang berhasil meraih emas.

"Selama ini Panahan tidak pernah dapat emas. Untuk PON kali ini kami hanya menargetkan mendapatkan emas saja," tutur Ketua Umum Pengprov Perpani Kaltim, HM Damanhuri, Rabu (8/1/2020).

Lanjut dirinya menjelaskan, terdapat 11 atlet yang berhasil lolos ke PON, dengan rata-rata usia atlet yang lolos PON masih usia pelajar. Bahkan, Pengprov Perpani Kaltim semakin optimis dapat menorehkan sejarah, dengan meraih emas, menilik hasil Kejuaraan Panahan di Bandung, pada 13-21 Desember 2019 lalu.

Hasilnya, Panahan Kaltim berhasil keluar sebagai juara umum, dengan perolehan 20 emas, 6 perak dan 4 perunggu. "Atlet yang lolos PON juga ikut pada kejuaraan itu, tentu ini semakin memotivasi kami, terutama atlet untuk dapat meraih hasil yang maksimal di PON nanti," jelasnya.

Guna semakin mematangkan persiapan jelang keberangkatan ke Papua, pihaknya telah mengagendakan untuk melakukan try out ke Korea sebulan sebelum keberangkatan. "Kalau sekarang atlet latihan terus, setelah itu Puslatda yang diperkirakan dilaksanakan April nanti. Sebulan sebelum berangkat ke Papua kita try out dulu ke luar negeri," tuturnya.

Ditanya mengenai alat Panahan yang digunakan atlet, dirinya menuturkan alat Panahan merupakan milik pribadi masing-masing atlet. Bahkan, hingga saat ini Pengprov Perpani Kaltim belum memiliki alat Panahan sebagai inventaris cabor. "Kita sendiri belum punya alat, semua alat punya atlet masing-masing, orangtua mereka yang belikan," jelasnya.

Pihaknya pun telah mengajukan pengadaan alat ke KONI Kaltim, namun hingga saat ini belum terealisasi. Untuk diketahui, harga satu set alat peraga Panahan tergolong mahal, dan tidak ada dijual di Kaltim.

Satu set peraga Panahan seharga Rp 40 juta, dan didatangkan dari USA. "Bantuan dari KONI hingga saat ini belum ada kabar. Termasuk ke PON nanti, alat yang dibawa merupakan kepunyaan atlet sendiri," ungkapnya.

Dirinya tidak pungkuri, selain skil atlet, prestasi juga ditunjang dengan alat yang bagus dan berkualitas. "Alat juga mempengaruhi keberhasilan, selain kemampuan dan skill atlet," pungkasnya.(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved