Ribuan Warga Lima Kelurahan di Kecamatan Penajam Telah Menikmati Jargas, Ini Kendala yang Dihadapi

Lima Kelurahan di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara ( PPU ) telah menikmati program Jaringan Gas ( Jargas ) dari Kementerian ESDM

Ribuan Warga Lima Kelurahan di Kecamatan Penajam Telah Menikmati Jargas, Ini Kendala yang Dihadapi
Tribunkaltim.co, Aris Joni
Fasilitas gas PHKT di Kecamatan Penajam 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Lima Kelurahan di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara ( PPU ) telah menikmati program Jaringan Gas ( Jargas ) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ).

Lima Kelurahan di Kecamatan Penajam tersebut adalah, Kelurahan Penajam, Gunung Seteleng, Nenang, Nipah-nipah dan Sungai Parit.

Diketahui, sejak tahun 2018 silam, sebanyak 4.260 sambungan rumah di lima kelurahan tersebut telah menikmati Jargas tersebut.

Sementara itu, PT. Pertagas Niaga yang diutus oleh Kementerian ESDM pada awal tahun lalu juga telah menjalankan tugasnya untuk melakukan konversi atau proses pengoperasian meteran dan konektivitas pada kompor milik masyarakat.

“Realisasi dari konversi Jargas sudah pada posisi 97 persen. Dari sebanyak 4.260 SR, sudah dikonversi sekitar 4.164 SR,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Ahmad Usman. Jumat, (10/1/2020).

Dengan dioperasikannya Jargas tersebut, warga di lima kelurahan tidak lagi menggunakan tabung gas elpiji yang kerap dianggap alami kelangkaan.

Baca Juga;

Ingat Kata-kata Lina Sebelum Wafat Teddy Batal Tuntut Rizky Febian, Anak Kedua Sule Diperiksa 5 Jam

Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim, 2 Kota Ini Sering Diincar Pengembang, Rumah Subsidi Banyak Laku

BREAKING NEWS Pergoki Istri Siri Berduaan dengan Lelaki Lain di Kamar, Pria di Tarakan Tikam Korban

Tim Aligator Polres Kukar Ringkus Pelaku Pencurian, Sempat Viral di Medsos dan Beraksi Malam Hari

Dikatakan Usman, pemerintah daerah bersama petugas dari PT. Pertagas Niaga akan terus berupaya untuk menuntaskan proses konveksi.

Walaupun di lapangan terdapat beberapa kendala yang dialami, seperti rumah kosong saat petugas mendatangi rumah warga untuk melakukan pengoperasian meteran dan konektivitas.

“Kami akan mengejar terus hingga konveksi 100 persen. Persoalan yang dialami, kadang warga yang sudah ada meterannya tidak ada di rumah, petugas juga menempelkan nomor handphone yang dapat dihubungin mereka apabila telah berada di tempat,” pungkasnya.(*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved