Pemulung Ditemukan tak Bernyawa, Korban Meninggal Diduga Karena Penyakit Jantung

Seorang pemulung ditemukan tak bernyawa. Korban meninggal diduga karena penyakit jantung

Pemulung Ditemukan tak Bernyawa, Korban Meninggal Diduga Karena Penyakit Jantung
Tribunkaltim.Co/HO
Pemulung bernama Basri Daeng Baso warga Jl. Damanhuri RT 31. Kelurahan Sungai Pinang dalam Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, Senin (13/1/2020). Pria tersebut ditemukan tak bernyawa bersama sepeda motornya di Pinggir Jalan Gang Family, Desa Sungai Mariam Kecamatan Anggana Senin sore pukul 16.30 WITA. Penyakit jantung yang diderita selama dua tahun diduga menjadi penyebab kematian pria tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG-Seorang pemulung ditemukan tak bernyawa.  Korban meninggal diduga karena penyakit jantung

Polisi Sektor Anggana menemukan jenazah pria bernama Basri Daeng Baso warga Jalan Damanhuri RT 31, Kelurahan Sungai Pinang dalam Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, Senin (13/1/2020).

Pria tersebut ditemukan tak bernyawa bersama sepeda motornya di pinggir jalan Gang Family, Desa Sungai Mariam Kecamatan Anggana, Senin sore pukul 16.30 Wita.

Penemuan jenazah berawal dari saksi mata Sahruddin warga Sungai Meriam yang rumahnya tak jauh dari lokasi penemuan jenazah.

"Korban terlihat tertidur dan motor yang dikendarainya tidak jauh dari lokasi korban tertidur.

Ketika saksi mencoba membangunkan korban, ternyata tidak ada reaksi," kata Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Anggana Iptu Amiruddin.

Pengakuan Teddy Kuat Jadi Penyebab Mantan Istri Sule Meninggal Dunia, Ini Makanan Terakhir Lina

Bupati Boven Digoel Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Hotel, Polisi : Ada Temuan Obat Ini

Detik-detik Kematian Lina Versi Polisi dan Teddy, Mantan Istri Sule Meninggal karena Kelelahan?

Sebelum Meninggal Lina Sempat Santap Makanan Ini, Rumah Sakit Enggan Beri Diagnosa Penyebab Kematian

Pada saat diperiksa korban berada dalam kondisi tak bernyawa. Lantas saksi memanggil polisi untuk menangani kasus tersebut.

Kemudian polisi memanggil anak korban bernama Cengger Basri.

Dari penuturan anaknya korban memang memiliki sakit jantung yang dialaminya selama dua tahun belakangan ini. Korban keluar dari rumah untuk bekerja pada pukul sembilan pagi.

Dari penuturan Amiruddin, tidak ada tanda kekerasan fisik yang dialami korban.

Halaman
1234
Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved