Cuaca Buruk, Visibility di Bandara APT Pranoto Minim, Garuda Indonesia Dialihkan ke Balikpapan

Dampak cuaca buruk di Kota Samarinda, jarak pandang atau visibility di Bandara APT Pranoto Samarinda minim sehingga sejumlah penerbangan terganggu.

Cuaca Buruk, Visibility di Bandara APT Pranoto Minim, Garuda Indonesia Dialihkan ke Balikpapan
Kompas.com/Zakarias Demon Daton
Suasana di Bandara APT Pranoto Jumat (8/1/2020). Dampak cuaca buruk di Kota Samarinda, jarak pandang atau visibility di Bandara APT Pranoto Samarinda minim sehingga sejumlah penerbangan terganggu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dampak cuaca buruk di Kota Samarinda, jarak pandang atau visibility di Bandara APT Pranoto Samarinda minim sehingga sejumlah penerbangan terganggu.

Diketahui hujan mengguyur Samarinda sejak Selasa 14 Januari 2020 membuat jarak pandang ( visibility ) di Bandara APT Pranoto Samarinda terganggu.

Sejumlah penerbangan terdampak, termasuk penerbangan Garuda Indonesia yang akhirnya dialihkan mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman ( SAMS ) Sepinggan. 

Selain itu, dua pesawat yang dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Samarinda sempat berputar-putar di langit Samarinda dua jam sebelum mendarat.

Batik Air dengan kode penerbangan ID 7281 dari Halim Perdanakusuma menuju Samarinda pukul 08.21 WIB direncanakan tiba di Samarinda pukul 11.00 WITA.

Namun, karena cuaca buruk menyebabkan jarak pandang di runway Bandara APT Pranoto di bawah minimal atau 1.000 meter.

BACA JUGA

Sulawesi Dihantam Cuaca Buruk, 3 Penerbangan ke Makassar Dialihkan, Sebelumnya Viral Isu Gempa Besar

Cuaca Buruk, Angin Kencang Sejumlah Penerbangan Dialihkan, Delay, hingga Gagal Mendarat

Penerbangan Batik dan Wings Air yang Batal dari Bandara Halim, Ada Rute Balikpapan Samarinda Tarakan

Sebelum Ada Penerbangan, BNNK Samarinda Periksa Urine Pilot dan Pramugari di Bandara APT Pranoto

Idealnya, jarak pandang harus di atas 5.000 meter.

Pesawat dengan tipe Airbus A320-214 ini sempat berputar beberapa kali di atas langit Samarinda- Tenggarong kurang lebih dua jam setengah hingga menunggu jarak pandang membaik.

Pesawat akhirnya berhasil mendarat ke APT Pranoto pukul 13.07 WITA.

"Sudah landing (mendarat), tadi pagi visibility minim hanya 1.000 meter.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved