Arema FC Batal Datangkan Duo Persib, Mario Gomez Malah Kepincut Eks Anak Asuhnya di Borneo FC

Arema FC batal datangkan duo Persib, Mario Gomez malah kepincut eks anak asuhnya di Borneo FC

Arema FC Batal Datangkan Duo Persib, Mario Gomez Malah Kepincut Eks Anak Asuhnya di Borneo FC
Instagram / @borneofc.id
Arema FC batal datangkan duo Persib, Mario Gomez malah kepincut eks anak asuhnya di Borneo FC 

TRIBUNKALTIM.CO - Arema FC batal datangkan duo Persib, Mario Gomez malah kepincut eks anak asuhnya di Borneo FC .

Tim Arema FC terus melakukan persiapan jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2020 .

Di bawah arahan MArio Gomez Arema FC dirumorkan dengan sejumlah pemain baru .

Arema FC masih mencari sosok striker asing untuk mempertajam lini depan mereka.

Usai dipastikan Sylvano Comvalius dan kontoversi Makan Konate, Singo Edan dikabarkan berusaha mendapatkan eks pemain Persib Bandung, Jonathan Baumann dan Ezechiel N'Douassel.

Tetapi, kabar terbaru Arema FC berminat mendatangkan mantan penyerang Borneo FC Matias Conti, dan Gabriel Guerra, penyerang pernah memperkuat raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim.

 Sempat Mencuat ke Persib Bandung, Kiper Timnas Indonesia Ini Justru Dekat ke Persebaya Surabaya

 Kabar Eks Arema FC Makan Konate, Bonek Riuh Gembira Gegara Petinggi Persebaya Lempar Kode Ini

 Kode Cium Logo Persebaya, Osvaldo Haay Belum Bikin Bonek Lega, Bisa Susul Evan Dimas ke Persija

 Persebaya Segera Umumkan Transfer Menghebohkan, Aji Santoso tak Menolak Makan Konate

 Dibawah asuhan pelatih Mario Gomez, Singo Edan sempati dikabarkan mendatangkan duo striker Persib Bandung, yakni Baumann-N'Douassel.

Tetapi dengan harga yang memang cukup besar untuk mendatangkan keduanya, Singo Edan dirumorkan mengalihkan buruannya.

Mereka mengincar eks striker Borneo FC, Matias Conti, yang satu setengah musim memperkuat Pesut Etam.

Conti mencatatkan 40 penampilan bersama Borneo FC, catatannya pun cukup apik dengan mengemas 22 gol dan 8 asis.

Musim ini, kontraknya tidak diperpanjang, dan bertatus bebas transfer, secara permainan pun Matias Conti adalah striker idaman Mario Gomez yang memiliki kemampuan cukup komplit.

SELEBRASI GOL - Pemain Borneo FC Matias Ruben Conti selebrasi golnya ke gawang Badak Lampung FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (5/10/2019).
SELEBRASI GOL - Pemain Borneo FC Matias Ruben Conti selebrasi golnya ke gawang Badak Lampung FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (5/10/2019). (Tribunkaltim.co/Nevrianto HP)

Sedangkan nama Gabriel Guerra musim lalu memperkuat PKNS, klub asal Malaysia.

Usianya pun masih sangat muda 26 tahun, dengan rekam jejak yang mentereng.

Selain memperkuat Johor Darul Ta'zim, Guerra juga sempat memperkuat Boca Juniors dan Huracan, dua tim asal Buenos Aires, Argentina.

Musim lalu ia mengemas 22 penampilan bersama PKNS dan mengemas 4 gol dari 5 asis.

Posisinya pun unik, ia bisa ditempatkan sebagai gelandang serang dan second striker, bisa dikatakan secara permainan mirip dengan Jonathan Baumann.

Arema FC menjadi satu diantara tim kontestan Liga 1 2020 yang melakukan perombakan skuat besar besaran, Rabu (16/1/2020).

Alhasil, 14 pemain resmi didepak dari publik Kanjuruhan dan dipastikan tak berseragam Arema FC musim ini.

Banyaknya pemain yang dilepas membuat manajemen harus bergerak cepat mendatangkan pemain anyar.

Mulai dari pemain lokal hingga pemain asing.

Pasalnya, empat pemain asing Singo Edan, meliputi Makan Konate, Sylvano Comvalius, Arthur Cunha hingga Takafumi Akahoshi dipastikan tak terpakai bagi Singo Edan.

Alhasil, beberapa nama asing dikait kaitkan dengan Arema FC.

Salah satunya ialah Oh In-kyun yang musim lalu merumput bersama Persipura Jayapura.

Selain Singo Edan membutuhkan pemain bertipikal gelandang kreatif, Mario Gomez merupakan pelatih yang pernah menanganinya di Persib Bandung kala itu.

 Eks Pemain Timnas U23 Ini Ingin Ikut Aji Santoso di Persebaya, Manajemen Tira Persikabo Merespon

 Persebaya Segera Umumkan Transfer Menghebohkan, Aji Santoso tak Menolak Makan Konate

Seperti yang diketahui bersama, baik Mario Gomez dan Oh In-Kyun pernah bekerjasama di Maung Bandung musim 2018.

Kurang jelasnya kontrak sang pemain di Mutira Hitam membuat Arema FC memiliki peluang besar untuk mendatangkannya.

Kendati demikian, Arema FC harus berhati hati dan mempertimbangkan ulang untuk menggaet eks pemain PSMS Mdan itu.

Berikut alasan yang dihimpun Tribunnews.com untuk menilai merekrut Oh In-kyun merupakan suatu blunder:

1.Usia

Oh In-kyun menjadi sosok pemain Asia yang tak asing ;agi bagi sepak bola Indonesia.

Beberapa tim besar pernah ia bela, mulai dari PSMS Medan, Persela Lamongan,Persib Bandung hingga Persipura Jayapura pernah menggunakan jasanya.

Saat ini, pemain asal Korea Selatan itu memasuki kepala tiga, atau lebih tepatnya berumur 34 tahun.

Usia yang dinilai tak lagi muda bagi pemain sepak bola, ditambah faktor fisik yang ditengarai jadi jebloknya performa.

Faktor usia inilah yang sepertinya bisa memberikan blunder fatal terhadap Arema FC jika jadi memboyong Oh In-kyun.

Oh In-kyun yang tak lagi muda, kemungkinan akan terkendala faktor fisik dan berpotensi merugikan Arema FC.

Ditambah, duel yang harus dilakukan di lini tengah tentu banyak membutuhkan energi dan menguras stamina.

Permainan box to box yang dilakukan pemain korsel itu membutuhkan energi ekstra.

Pertannyaannya, apakah sang pemain masih snaggup untuk menunjukkan permainan terbaiknya dengan power full.

Arema FC yang musim ini banyak bermaterikan pemain muda praktis mengandalkan determinasi dan semangat juang di setiap laganya.

2. Perbedaan Kualitas dengan Makan Konate

Tapa membandingkan kualitas kedua pemain, namun dari segi permainan, baik Makan Konate dan Oh In-kyun memang jauh berbeda.

Pemain Korsel itu lebih jelas membantu keseimbangan lini tengah dan sesekali membantu serangan.

Beda halnya dengan Makan Konate yang diposisikan untuk membantu serngan.

Terbukti catatan gol dan assist yang ia torehkan, membuktikan bahwa peran sentral dalam hal menyerang menjadi kapasitas dan keunggulan Makan Konate.

Adapun Oh In-kyun, permainannya sering menjaga kedalaman dan melakukan destribusi ke lini serang, tanpa aktif membantu lini depan.

Catatan gol yang ia torehkan kala membela Persipura Jayapura sangat kontras dengan Makan Konate kala membesaut Arema FC.

Pemain asal Korsel hanya sanggup membukukan satu assist dari 20 laga yang ia lakoni.

Bahkan eks pemain PSMS Medan itu gagal menciptakan gol bagi Mutiara Hitam.

Catatan apik justru dimiliki Makan Konate musim lalu dengan mencetak 16 gol dan 11 assist.

Capaian yang mengesankan bagi pemain yang berposisi sebagi gelandang serang.

3. Penumpukan Pemain

Terdapat dua pemain Arema FC saat ini yang memiliki kemampuan layaknya Oh In-kyun.

Ialah Hanif Sjahbandi dan Hendro Siswanto memiliki kapasitas sebagai gelandang box to box.

Kedua pemain yang berlabel timnas itu sama baiknya dalam bertahan maupun menyerang.

Kendati Hendro Siswanto dan Hanif lebih sering fokus ke pertahanan, keduanya memiliki canon ball yang sangat keras dan akurat.

 Polemik Irfan Bachdim dan Bali United, Terdepak dari Skuad, Bakal Reuni dengan Rahmad Darmawan

 Robert Rene Alberts Pusing dengan Komposisi Bek Tengah Persib, Fabiano Beltrame Dibawa ke Malaysia

 Mantan Pelatih Persib Resmi Gantikan Teco Dampingi Bali United di Liga Champions Asia

 Wander Luiz Ngotot Minta Nomor Punggung 9, Tanda Esteban Vizcarra Pergi dari Persib Bandung

Arema FC hingga saat ini belum memiliki gelandang yang bertipikal layaknya Makan Konate ataupaun Gustavo Lopez.

Jika Oh In-kyun merapat ke Kanjuruhan dan kedua pemain di atas memiliki kapasitas yang sama, maka hanya akan terjadi penumpukan skuat didalamnya.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved