Berbeda Temuan DLHK Berau, Peneliti IPB Ini Sebut Sungai Segah Berubah Warna Bukan Karena Pupuk

Berbeda Temuan DLHK Berau, peneliti IPB malah menyebut Sungai Segah berubah warna bukan karena pupuk

Berbeda Temuan DLHK Berau, Peneliti IPB Ini Sebut Sungai Segah Berubah Warna Bukan Karena Pupuk
TribunKaltim.Co/ikbal Nurkarim
Institut Pertanian Bogor (IPB) Ir Agus Priono saat menyisir Sungai Segah untuk mengambil sample 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB -Berbeda Temuan DLHK Berau, peneliti IPB malah menyebut  Sungai Segah berubah warna bukan karena pupuk

Perubahan warna Sungai Segah, Kabupaten Berau, Kaltim, beberapa waktu lalu masih jadi perbincangan, Rabu (15/1/2020)

Terbaru, peneliti IPB yang melakukan penelitian, Selasa (14/1/2020) di hulu hingga hilir Sungai Segah dan perusahaan yang diduga penyebab perubahan warna itu bukan karena pupuk.

Menurut dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Ir Agus Priono, perubahan warga di Sungai Segah ini bukan disebabkan karena pupuk.

"Kalau hubungan pupuk sebenarnya tidak ada, pupuk itu menyuburkan tanaman fosfat dan nitrat yang terkandung dalam pupuk," kata Agus Priono.

"Perubahan warna Sungai Segah bukan pupuk. Faktanya, peningkatan pupuk tidak ada di air, jadi asam itu muncul karena tanah itu sendiri yang mengadung asam yang jika hujan turun akan naik dan mempengaruhi," tuturnya.

Harun Masiku Eks Caleg PDIP Kabur ke Luar Negeri Sebelum OTT Suap Wahyu Setiawan, Begini Reaksi KPK

NEWS VIDEO Peneliti IPB Bersama Reskrim Polres Berau Cek Water Ged Soal Pencemaran Sungai Segah

Buntut Pencemaran Sungai Segah, Pemuda dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DLHK Berau

DLHK Berau Beber Ikan Mati di Sungai Segah Bukan Pencemaran Limbah, Ada Eutrofikasi Begini Maksudnya

Kalau diperairan sungai lanjut Agus mengatakan banyak dipengaruhi oleh lahan sekitarnya.

"Kalau lahan kebetulan jenis gambut PHnya memang rendah dibawah 4, jika mengalir ke sungai maka akan mempengaruhi sungai sehingga sungai yang harusnya normal jadi berkurang,"

"Di sini (Sungai Segah) kebetulan tanah sulfat masam maksudnya ada sulfat dibawah tanah yang sifatnya asam.

Kalau dicangkul dibikin parit maka sulfatnya masam akan mengalir kesungai dan itu yang akan mempengaruhi," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved