Berbeda Temuan DLHK Berau, Peneliti IPB Ini Sebut Sungai Segah Berubah Warna Bukan Karena Pupuk

Berbeda Temuan DLHK Berau, peneliti IPB malah menyebut Sungai Segah berubah warna bukan karena pupuk

TribunKaltim.Co/ikbal Nurkarim
Institut Pertanian Bogor (IPB) Ir Agus Priono saat menyisir Sungai Segah untuk mengambil sample 

Dinas Lingkungan Hidup Berau Akhirnya Beberkan Hasil Lab Perubahan Warna Sungai Segah

Dampak Pencemaran Sungai Segah, PDAM Tirta Segah Berau Merugi Hingga Miliaran Rupiah

Selain menyisir sungai, tim juga mencek PH sejumlah water gate yang ada di kawasan Perusahaan PT. HHM (Hutan Hijau Mas) Hingga Hilir PT. SSD (Satu Sembilan Delapan.

Untuk mempercepat proses pengambilan sample dibagi dua, yakni ada yang ambil sample di water gate juga dari Hulu PT HHM hingga Hilir PT. SSD (Satu Sembilan Delapan).

Salah satu Peneliti IPB Ir Agus Priono mengatakan kondisi Sungai Segah relatif normal karena kondisi air cukup tinggi.

"Pengamatan dilakukan untuk Sungai Segah karena kebetulan kondisi airnya sedang tinggi alirannya sedang cukup deras maka kondisi airnya berkualitas airnya relatif normal," katanya.

"Memenuhi baku mutu yang diharapkan untuk Kaltim terutama dari sisi PH derajat keasaman itu antara 6.8 sampai 8.7 dan itu kategori normal," tuturnya.

Kondisi air Sungai Segah kabupaten Berau beberapa waktu lalu yang berubah warna kehijauan
Kondisi air Sungai Segah kabupaten Berau beberapa waktu lalu yang berubah warna kehijauan (TribunKaltim.Co/ikbal Nurkarim)

BACA JUGA

Komisi III DPRD Balikpapan akan Sidak 6 Proyek Belum Rampung yang Masuk dalam Laporan Dinas PU

Disdikbud Liburkan Sekolah Terdampak Banjir, Sementara 6 SMP Terendam Air di Samarinda

Wakil Walikota Samarinda Barkati Akui Banjir Kali Ini Lebih Besar, Sebut Akibat Curah Hujan Tinggi

SatReskrim Polresta Samarinda Amankan Tiga Orang Terkait Penembakan di THM, Dijerat dengan Pasal Ini

Sementara dari sisi kadar oksigen lanjut Agus Priono juga normal di atas lima koma

"Itu udah bagus adapun parameter yang lain secara umum sih bagus,

tapi beberapa sampel kan nanti baru dianalisis laboratorium terakreditasi nanti di Bogor itu hasilnya kurang lebih setengah bulanan baru kita bisa menjelaskan keseluruhan," tutupnya.

Soal dugaan, tindak pidana pencemaran lingkungan, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Rengga Puspo Saputro, belum komentar banyak.

"Masih dalam penyelidikan," katanya.

BACA JUGA

Samarinda Utara Paling Banyak Terdampak Banjir, BPBD Sebut Jumlah Korban Peningkatan Dua Kali Lipat

Perahu Tiba-tiba Tenggelam Dua Pemuda Nyaris Tewas Saat Memancing di Perairan Balikpapan

Polres Kukar Jaring Pengedar Narkoba di Wilayah Loa Janan, Pelaku Pernah Masuk Sel, Ada 9 Poket Sabu

Terluka Diterkam Buaya Bontang, Pulang ke Rumah Bocah Ini Langsung ke Masjid & Shalat Maghrib

(TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved