NEWS VIDEO

NEWS VIDEO Bawaslu Kota Balikpapan Kunjungi Tribun Kaltim, Ini Tujuannya

Sementara itu, ia pun menambahkan kunjungan Bawaslu nantinya tidak hanya ke Media saja. Namun, ia pun turut berkunjung ke Dinas Pendidikan dan MUI.

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Balikpapan datangi beberapa instansi untuk menjalin hubungan kerjasama antar lembaga, salah satunya Tribun Kaltim.

 Kedatangannya kali ini, sebagai salah satu upaya pencegahan adanya pelanggaran yang dimungkinkan terjadi dalam Pilkada 2020 nanti.

 Dalam kunjungannya, Bawaslu Kota Balikpapan disambut baik oleh jajaran Manajemen dan Redaksi Tribun Kaltim.

Tampak terjalin diskusi aktif antara Pimpinan Redaksi Ade Mayasanto, Manajer Produksi Sumarsono dengan Ketua Bawaslu Kota Balikpapan Agustan dan Komisioner Bawaslu Ahmadi Aziz, terkait dengan pencegahan pelanggaran Pemilu 2020.

"Ini adalah salah satu program kita, mensosialisasikan dan mengajak beberapa instansi dan lembaga yang sekiranya dapat membantu soal pencegahan pelanggaran saat pilkada nanti," ujar Agustan, Ketua Bawaslu Kota Balikpapan saat berkunjung ke kantor Tribunkaltim, Selasa (14/1/20). 

Sementara itu, ia pun menambahkan kunjungan Bawaslu nantinya tidak hanya ke Media saja. Namun, ia pun turut berkunjung ke Dinas Pendidikan dan MUI. 

Terkait dengan hal ini, pihaknya pun mengaku telah berkordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Muhaimin untuk menjalankan programnya yakni Bawaslu Goes To School.

"Kami sudah menyampaikan dengan Kadisdik bahwa kami kedepannya akan melakukan kunjungan ke sekolah. Dimana kita nanti akan jadi pembina dan menjelaskan peran Bawaslu untuk mengawal dalam konstetasi pilkada 2020," jelasnya.

Dari penuturannya, dahulu Bawaslu melakukan metode sosialisasi dalam bentuk lain, yakni membuat acara dalam bentuk indoor dengan menghadirkan para siswa.

Lanjutnya, ia akan memberi materi tentang bagaimana para siswa terlibat dalam menggunakan hak pilih dan mencegah adanya dugaan pelanggaran.

Merekapun bisa melaporkan ke Bawaslu apabila terjadi pelanggaran dalam pemilu, baik itu pelanggaran administrasi, pidana, maupun kode etik.

"Kalau dulu sifatnya memang terbatas, sehingga pada program yang kali ini yaitu dengan Goes To Shool atau Goes To Campus, kita (Bawaslu) lebih memiliki ruang untuk melakukan sosialisasi," pungkasnya.(*)

Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved