Peringkat Penyalahgunaan Narkotika di Kaltim Alami Penurunan, Pernah Urutan 4 Kini jadi 23 Nasional

Peringkat penyalahgunaan narkotika di Kaltim mengalami penurunan. Pernah menduduki urutan 4 kini turun menjadi 23 nasional

TribunKaltim.CO/Budi Dwi Prasetiyo
Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono saat di wawancara media di ruang rapat BNNP, kamis, (16/01/20) 

TRIBUNKALTIM.CO ,SAMARINDA-Peringkat penyalahgunaan narkotika di Kaltim mengalami penurunan.  Pernah menduduki urutan 4 kini turun menjadi 23 nasional 

Sebelumnya Provinsi Kaltim menduduki peringkat ke 4 nasional dalam penyalahgunaan narkotika,

jumlah yang terpapar dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun sebelumnya berkisar 2,1%,

secara nasional mengalami peningkatan, tapi Kaltim sendiri mengalami penurunan secara pesat

Dari data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2017-2018 Kaltim berada di posisi ke 4 sedangkan pada 2019 - 2020 awal Kaltim menjadi peringkat 23 nasional.

Survey yang di lakukan oleh LIPI berkerja sama dengan BNN di seluruh provinsi di wilayah Indonesia dan dari hasil survey Kalimantan Timur turun 19 peringkat dari sebelumnya.

 Cinta Segitiga Ayah vs Anak Incar Janda, Sabu jadi Penyebab Sang Janda Terbunuh oleh Anak?

 Kisah Tragis Ayah & Anak Kandung Rebutan Janda: Murka Tahu Kekasih Sudah Nikah Siri dengan sang Ayah

 Pengakuan Ayah Korban, Begini Keseharian Janda Tiga Anak Sebelum Dibunuh dalam Kasus Cinta Segitiga

 Melawan Pakai Pisau Saat Ditangkap, Pria Pembunuh Janda di Balikpapan Dihadiahi Polisi dengan Ini

"Sebelumnya kita berada di posisi ke, 4 namun saat ini kita menurunkan jauh,saat ini berada di posisi 23 dan hal ini menjadi kabar gembira untuk kita semua," ucap Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono

"Objek dari penelitian ini adalah masyarakat yang terpapar narkotika khususnya yang sekali pakai dan pernah pakai," lanjutnya

Pada tahun lalu (2017-2018) pengguna sekali pakai dan pernah pakai banyak memberikan dampak buruk untuk rangking kita menjadi ke 4 nasional.

Urutan Provinsi Kaltim dalam setahun pakai urutan 33/34 dengan angka prevalensi 0,10% / 4.241 orang, karena sama dengan prov NTT dan pernah pakai pada urutan 26 - 28 angka prevalensi 0,50 % / 16.963 orang,karena sama dengan Prov NTB dan Jambi

Sasaran survey sendiri adalah daerah rawan narkotika dan kurang narkotika, sampel di lakukan di seluruh wilayah,

untuk Kaltim sendiri yang menjadi sasaran adalah Samarinda dan Kutai Kartanegara,yang terdiri dari pekerja, pelajar serta ibu rumah tangga.

Wilayah yang menjadi posisi tertinggi adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, D.I Yogyakarta, dan di susul oleh Sulawesi tengah.

"Kondisi seperti ini fluktuatif, jadi tidak menutup kemungkinan wilayah yang berada di posisi bawah bisa naik, tergantung survey berikutnya,"jelasnya

"Kami juga berterima kasih kepada lapisan masyarakat,TNI-Polri, Pemda,tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Pers yang banyak turut andil memberikan info terkait narkotika," tandasnya. (*)

 Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Berikut Daftar Pemenang dan Desain

 Selain Resmikan Tol dan Lihat Ibu Kota Baru di Penajam, Jokowi Bakal Lakukan Ini di Balikpapan

 3 Juara Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bersinergi, Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Fisik di Sepaku

 Inilah Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Tema Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved