Miris, Kakek Malang di Sulsel Meninggal Diduga Akibat Kelaparan, Gubernur Perintahkan Sisir Gakin

Miris, Kakek Malang di Sulsel Meninggal Diduga Akibat Kelaparan, Gubernur Perintahkan Sisir Gakin

Miris, Kakek Malang di Sulsel Meninggal Diduga Akibat Kelaparan, Gubernur Perintahkan Sisir Gakin
ISTIMEWA
Jenazah kakek, Ambo Tang saat ditemukan. 

Miris, Kakek Malang di Sulsel Meninggal Diduga Akibat Kelaparan, Gubernur Perintahkan Sisir Gakin

TRIBUNKALTIM.CO - Ambo Tang (75), warga Janeponto, Sulawesi Selatan, yang ditemukan meninggal di dekat tumpukan batu gunung di Desa Bontorappo akibat diduga kelaparan, membuat miris.

Peristiwa tragis ini menjadi sorotan masyarakat.

Bahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. 

NEWS VIDEO Kisah Hasan, seorang kakek yang 5 Hari Bertahan dari Banjir

Mengemis di Daerah Anies Baswedan, Kakek Ini Dapat Rp 194 Juta, Sudah 2 Kali Dibina

Pemicu Cucu Tendang Kakek di Kendal Terungkap, Singgung Soal Penjualan Kambing Untuk ke Malaysia

BREAKING NEWS Kakek Chozien Maksum Disiram Air Panas, Pelaku Adik Istri Anaknya, Masalah Sepele

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, peristiwa yang dialami kakek bernama Ambo Tang (75), warga Dusun Punagayya, Desa Bontorappo, Tarowang, Kabupaten Janeponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang ditemukan meninggal diduga kelaparan sangat menyayat hati.

Andi Sudirman Sulaiman mengemukakan, jenazah Ambo Tang ditemukan di dekat tumpukan batu gunung di Dusun Borongloe, Desa Bontorappo, Jumat (17/1/2020).

"Kejadian ini sangat menyayat hati, sangat menyedihkan, Ambo Tang meninggal dunia diduga karena kelaparan," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (18/1/2020).

Sebelum ditemukan meninggal di dekat tumpukan batu gunung, kata Andi Sudirman Sulaiman, Ambo Tang dikabarkan hilang, ia meninggalkan rumah pada Rabu (15/1/2020) lalu.

Adanya kejadian yang menimpa Ambo Tang, Andi Sudirman Sulaiman pun memerintahkan stafnya untuk menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kami selaku pihak pemerintah seharusnya mendeteksi informasi kondisi keluarganya sebelum kejadian. Saya harap kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved