Breaking News:

Buruh Unjuk Rasa

Temui Bupati Muharram, Buruh Berau Minta Tolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Perwakilan buruh dari tiga federasi yang ada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masing-masing DPC F Hukatan KSBSI, FPE KSBSI, dan FKUI SBSI!

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Ikbal Nurkarim
Perwakilan buruh dari tiga federasi yang ada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masing-masing DPC F Hukatan KSBSI, FPE KSBSI, dan FKUI SBSI menemui Bupati Muharram. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Perwakilan buruh dari tiga federasi yang ada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masing-masing DPC F Hukatan KSBSI, FPE KSBSI, dan FKUI SBSI menemui Bupati Muharram.

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Bupati Berau, Jl APT Pranoto, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa (21/1/2019).

Para perwakilah buruh sepakat menyampaikan aspirasi mereka dihadapan jajaran orang nomor satu di Pemkan Berau itu.

Dihadapan Bupati, Perwakilan buruh mengajak bupati menolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Mereka menilai rancangan UU tersebut sangat merugikan parah buruh dan menguntungkan para pengusaha.

"Undang-undang Omnibus Law ini undang-undang super power yang akan merugikan kita para buruh, dan jika ini berlaku sangat nerugikan kami," kata perwakilan pengunjuk rasa dari DPC F Hukatan KSBSI Budiman.

Baca Juga:

 Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Berikut Daftar Pemenang dan Desain

 Selain Resmikan Tol dan Lihat Ibu Kota Baru di Penajam, Jokowi Bakal Lakukan Ini di Balikpapan

 3 Juara Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bersinergi, Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Fisik di Sepaku

 Inilah Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Tema Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I

Sementara itu Bupati Muharram di damping Kapolres AKBP Edy Setyanto Erning mengatakan aspirasi buruh akan disampaikan ke pusat.

Namun, soal menolak Undang-Undang Omnibus Law bupati Muharram mengungkapkan belum dapat mengambil keputusan.

Suasana saat buruh memaksa masuk di kantor Bupati Berau, Selasa (21/1/2020)
Suasana saat buruh memaksa masuk di kantor Bupati Berau, Selasa (21/1/2020) (Tribunkaltim.co, Ikbal Nurkarim)

"Saya hari ini untuk disuruh menolak atau menerima belum bisa berkomentar soal UU Omnibus Law ini," kata Muharram.

"Jadi bukan menolak atau apa tapi kami sepakat menginginkan Undang-Undang itu jangan menguntungkan pengusaha tapi bukan untuk buruh," jelasnya.

Lanjut Bupati, tampa buruh maka Perusahaan tak akan jadi apa-apa, sehingga Ia menegaskan rancang UU Omnibus Law tak hanya untungkan perusahaan.

Usai menenui Bupati Berau, ribuan buruh akan kembali menggelar aksi di kantor DPRD Kabupaten Berau.

Baca Juga:

 Presiden Jokowi Inginkan Tahun 2024 Pindah Semua, Draf RUU Ibu Kota Baru Masuk Babak DPR

 Jokowi Janji Tutup Tambang Ilegal di Ibu Kota Baru, Sekaligus Kita Perbaiki Hutan yang Rusak

(TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved