Hak Interpelasi Minim Dukungan Fraksi, Sudah Diprediksi DPRD Samarinda Tak Berani

Rencana mengajukan hak tnterpelasi kepada Walikota Samarinda Syaharie Jaang minim mendapat dukungan fraksi

TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Herdiansyah Hamzah 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA-Rencana mengajukan hak tnterpelasi  kepada Walikota Samarinda Syaharie Jaang minim mendapat dukungan fraksi

Rencana hak interpelasi kepada Walikota Samarinda Syaharie Jaang, minim dukungan dari sejumlah fraksi dinilai sudah diprediksi sejak awal

Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah mengatakan wacana interpelasi ini mudah digembosi.

Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang, kalah sebelum bertanding.

"Ini yang saya khawatirkan, jangan sampai wacana interpelasi ini hanya dijadikan alat tawar menawar," ujar dosen yang akrab disapa Castro ini.

Sebenarnya kalau memang anggota DPRD Balikpapan punya keseriusan mengajukan hak interpelasi, secara teknis tidak terlalu sulit.

Jika mengacu ketentuan Pasal 167 ayat (1) huruf b UU 23/2014, maka cukup diajukan 7 orang dari 45 anggota DPRD, dan lebih dari satu fraksi.

PDIP sendiri sebagai partai asal pengusul, punya 9 orang anggota lebih dari cukup. Artinya tinggal mencari 1 orang dari fraksi lain.

Hanya memang, nampaknya hak interpelasi ini masih tabu dalam dinamika politik di daerah.

Itu mengkonfirmasi kalau pengawasan selama ini memang tidak berjalan. Ibarat pisau yang tak pernah diasah, pasti tumpul.

Halaman
1234
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved