Lima Mantan Ketua Umum Partai Politik Terjerat Kasus Korupsi dan Suap, Vonis Romahurmuziy Terendah

Catatan Tribun Kaltim, Romahurmuziy merupakan Ketua Umum Partai Politik kelima yang terjerat kasus korupsi dan suap di Tanah Air.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Romahurmuziy saat menyampaikan sambutannya pada acara Pembukaan Muktamar VIII PPP Tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2016). PPP menggelar Muktamar VIII yang disepakati sebagai bentuk islah pada 8-11 April 2016 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan kepada mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) M Romahurmuziy alias Romy.

Catatan Tribun Kaltim, Romahurmuziy merupakan Ketua Umum Partai Politik kelima yang terjerat kasus korupsi dan suap di Tanah Air.

Sebelumnya, sudah ada empat ketum parpol yang mendapatkan vonis dalam kasus korupsi.

Mereka adalah Suryadharma Ali (Ketua Umum PPP), Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden Partai Keadilan Sejahtera), Setya Novanto (Ketua Umum Partai Golkar), dan Anas Urbaningrum (Ketua Umum Partai Demokrat).

Untuk Romahurmuziy, hakim meyakini ada internvensi yang diberikan Romahurmuziy kepada mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin demi meloloskan Haris Hasanuddin menjadi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

Atas perbuatannya, hakim menyatakan, Romahurmuziy terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Berikut empat Ketua Umum Partai Politik lainnya yang terjerat kasus suap dan korupsi:

Halaman
Editor: ade mayasanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved