Berlayar Ilegal di Perairan Tarakan Kaltara, Dua Nahkoda Kapal Ditangkap KSOP

Gara-gara Berlayar secara ilegal di Perairan Tarakan Kaltara, dua nahkoda kapal ditangkap KSOP

TribunKaltim.Co/Alfian
Salah satu tersangka pelayaran ilegal dimintai keterangan saat diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (23/1/2020). 

Selanjutnya pukul 15.35 agen mengirimkan kapal bantua New Malinau Express yang tengah bersandar di Tarakan.

“Kapal bantuan New Malinau Expess tiba di tempat kejadian dan penumpang langsung dievakuasi atau  diangkut menuju pelabuhan  Tarakan,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Berdasarkan data manifest jumlah penumpang Speedboat ini sebanyak 32 orang dewasa dan tiga anak-anak.

“Tidak ada korban jiwa, luka berat atau ringan. Saat ini kapal Malinau Express IX Gt 17 nakhoda Asriadi dan kedua abk berada di KSOP Kelas III Tarakan untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan yg dialami,” tutup Syahruddin.

Speedboat Sempat Mogok Beroperasi

Sementara itu, Speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kalimantan Utara, mogok beroperasi, Sabtu (4/1/2020).

Pelayaran reguler ke sejumlah wilayah termasuk Tanjung Selor, Kalimantan Utara pun mengalami gangguan.

Informasi yang diperoleh mogok ini diinisiasi oleh para pemilik speedboat.

Menyikapi adanya kenaikan tarif tambat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

BACA JUGA

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Buka Rekrutmen Pegawai Non PNS, Catat Persyaratannya

Bawaslu Balikpapan Peringatkan Walikota Tidak Lakukan Mutasi Mulai 8 Januari 2020, Ini Alasannya

Ada Nasabah Jiwasraya Cabang Samarinda Minta Kembalikan, Senior Agency Manager Angkat Bicara

Kisah Puradi, 30 Tahun Jadi Tukang Sapu Jalan di Kota Balikpapan, Terima Gaji Rp 1,8 Juta/Bulan

"Kalau pemilik maunya mogok kita ikut saja, alasan yang kita tahu karena ada kenaikan biaya tambat," ucap salah satu ABK Speedboat yang ditemui.

Awalnya tarif tambat untuk speedboat dengan kapasitas 30 GT hanya Rp 15 ribu persekali jalan.

Mogok berlayar, speedboat reguler hanya bersandar di pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kalimantan Utara, mogok beroperasi, Sabtu (4/1/2020).
Mogok berlayar, speedboat reguler hanya bersandar di pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Kalimantan Utara, mogok beroperasi, Sabtu (4/1/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/ ALFIAN)

Namun berdasarkan aturan dari Pemerintah provinsi Kalimantan Utara mengalami perubahan.

Tarif tambat dihitung per-GT, yakni Rp 5 ribu per GT sekali jalan.

Mogok ini juga dilakukan sebagai lanjutan protes yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Para penumpang pun terpaksa berlayar dengan menumpangi speedboat yang berukuran lebih kecil.

BACA JUGA

11 Poket Sabu Siap Edar, Pengguna Sekaligus Pengedar Diamankan Polsek Samarinda Seberang

33 Ahli Bakal Memberi Rekomendasi Jembatan Mahakam IV Samarinda, akan Sodorkan Beberapa Catatan

Fakta Wow Jembatan Mahakam IV Samarinda, Habiskan Dana Rp 820 Miliar hingga Lampu Tematik Canggih

Jembatan Mahakam IV Perdana Beroperasi, Dilarang Melaju di atas 40 Km per Jam, Begini Penjelasannya

Penulis: Alfian
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved