Selasa, 9 Juni 2026

News Video

NEWS VIDEO Cegah Penyebaran Virus Corona, 2 Kota di China Ditutup

Setelah Wuhan, pemerintah China berencana menutup satu kota lagi demi mencegah penyebaran virus corona yang mematikan.

Tayang:
Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah Wuhan, pemerintah China berencana menutup satu kota lagi demi mencegah penyebaran virus corona yang mematikan.

Di Wuhan, kota dengan populasi 11 juta jiwa, otoritas sudah menghentikan transportasi publik seperti pesawat maupun bus.

Penanganan serupa bakal diterapkan kepada Huaggang, kota yang berdekatan dengan Wuhan, dan berpopulasi 7 juta, pada tengah malam nanti.

Dilansir BBC Kamis (23/1/2020), virus corona jenis baru itu sudah menginfeksi sekitar 500 orang, dengan 17 orang meninggal.

Virus itu disebut pertama kali menyebar dari pasar ikan di Wuhan, dengan salah satu warga menyebut dia merasa "akhir dunia" terjadi.

Dilansir BBC Kamis (23/1/2020), virus corona jenis baru itu sudah menginfeksi sekitar 500 orang, dengan 17 orang meninggal.

Virus itu disebut pertama kali menyebar dari pasar ikan di Wuhan, dengan salah satu warga menyebut dia merasa "akhir dunia" terjadi.

Apa yang diketahui tentang virus corona?

Dikenal dengan kode 2019-nCoV, virus tersebut merupakan jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya di tubuh manusia.

Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang membunuh hampir 800 orang di seluruh dunia pada awal 2000-an juga termasuk corona.

Otoritas menduga, virus itu pertama kali menyebar dari pasar hasil laut di Wuhan, sebagai hasil dari perdagangan hewan liar ilegal.

Sejumlah peneliti menduga penyakit itu menyebar dari ular, berdasarkan laporan dari Journal of Medical Virology Rabu (22/1/2020).

Berdasarkan pemeriksaa genetik, kemungkinan ular sebagai hewan liar penampung virus besar.

Namun, klaim itu masih butuh studi lebih lanjut.

Terdapat juga keyakinan bahwa virus tersebut bisa menular antar-manusia, dengan contoh kasusnya adalah penyebaran dari pasien ke anggota keluarganya.

Virus itu disebut menginfeksi paru-paru dengan gejala seperti demam dan batuk, disertai dengan kesulitan bernapas dan napas pendek. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved