NEWS VIDEO

NEWS VIDEO Kondisi Jembatan Mangrove Penajam Rusak Parah, Tak Terawat Hingga Hampir Ambruk

Namun kini, berjalan empat tahun jembatan tersebut berdiri, kondisinya sangat tak terawat dan tak terpelihara.

TRIBUN KALTIM.CO- Kondisi Jembatan Mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini sangat memprihatinkan.

 Sarana ekowisata Hutan Mangrove yang dibangun sekitar tahun 2016 itu awalnya menjadi tempat wisata favorite warga PPU, bahkan pengunjung dari luar PPU.

 Namun kini, berjalan empat tahun jembatan tersebut berdiri, kondisinya sangat tak terawat dan tak terpelihara.

 Saat Tribunkaltim.co, melakukan pengecekkan ke lokasi jembatan, sejumlah titik jembatan mengalami rusak parah, diantaranya pagar jembatan yang sudah rubuh dan tiang pagar yang terbuat dari kayu nibung sudah patah-patah, serta beberapa atap di pintu masuk jembatan juga mengalami kebocoran.

 Tak hanya itu, tiang lantai jembatan juga sudah mulai jabuk dan lemah, sehingga saat dilewati dapat berpotensi ambruk. Bahkan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Kampung Baru bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU telah menutup lokasi jembatan mangrove disisi kanan karena kondisi jembatan yang cukup membahayakan sekitar April 2019 lalu.

 "Yang jembatan sebelah kanan sekitar 200 meter itu kita tutup sementara. Karena takut ambruk, yang kita buka hanya jembatan yang sisi sebelah kiri saja," jelas Ketua Pokdarwis Kelurahan Kampung Baru, Suparjo kepada awak media saat ditemui di kantor Kelurahan Kampung Baru. Kamis, (23/1/2020).

Dikatakan Suparjo, wisata jembatan mangrove tersebut masih dibuka untuk umum, dengan catatan pengunjung tidak memasuki jembatan disisi kanan yang telah ditutup tersebut, karena dikhawatirkan ambruk dan dapat membahayakan keselamatan pengunjung.(*)

Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved