Ancaman RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Disebut Paling Merugikan Buruh di Kalimantan Timur

Draft Rancangan Undang-Undang ( RUU ) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja disebut bakal membuat buruh sengsara.

Ancaman RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Disebut Paling Merugikan Buruh di Kalimantan Timur
TRIBUNKALTIM.CO/ ICHWAL SETIAWAN
DISKUSI -- Kelompok Kerja 30 Kaltim bersama aliansi mahasiswa dan akademisi menggelar diskusi publik tentang RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. RUU ini disebut bakal menjadi ancaman bagi pekerja buruh karena dibayar murah. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -- Draft Rancangan Undang-Undang ( RUU ) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja disebut bakal membuat buruh sengsara.

RUU yang tengah digodok ini disebut menambah beban bagi pekerja, khususnya mereka yang bergantung dari industri ekstratif (pertambangan).

Para pekerja bakal dibayar di bawah Upah Minimum Kota (UMK) sebab perusahaan menggunakan indikator jam kerja untuk membayar karyawannya.

"Pasti bakalan terasa di Kaltim, karena industri kita didominasi dari kegiatan pertambangan (ekstraktif)," ujar Dosen Fakultas Hukum, Warkhatun Najidah saat menghadiri diskusi publik di kedai, jalan Basuki Rahmat, Jumat (24/1/2020).

BACA JUGA

Pendaftaran PPK KPU Kukar Ditutup 24 Januari, Beberapa Kecamatan Minim Pendaftar Berikut Penyebabnya

Tahu Ada Rencana Penghapusan ASN Berstatus Tenaga Kontrak, Honorer Bontang Was-was

Parkir Kendaraan Sampai Malam di Dekat SPBU, Polres Bulungan Bakal Terapkan Denda Tilang

Warga Berau Digegerkan Temuan Mayat di Sebuah Kamar, Kondisi Sudah Kaku, Inilah Identitasnya

Menurut dia, RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) hanya menguntungkan para pemilik modal ( pengusaha ).

Halaman
123
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved