Dua Bulan Gabung MeMiles, Cucu Eks Presiden Soeharto Terima Dana Rp 3 M, Polisi Sita 2 Unit Mobil

Dua Bulan Gabung MeMiles, Cucu Eks Presiden Soeharto Terima Dana Rp 3 M, Polisi Sita 2 Unit Mobil

Dua Bulan Gabung MeMiles, Cucu Eks Presiden Soeharto Terima Dana Rp 3 M, Polisi Sita 2 Unit Mobil
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Ari Sigit diperiksa penyidik Polda Jatim terkait kasus investasi bodong MeMiles. 

Dua Bulan Gabung MeMiles, Cucu Eks Presiden Soeharto Terima Dana Rp 3 M, Polisi Sita 2 Unit Mobil

TRIBUNKALTIM.CO - Penyidik kepolisian telah memeriksa Ari Sigit, cucu eks Presiden Soeharto, terkait kasus investasi bodong MeMiles yang meraup omzet Rp 761 miliar. 

Selain Ari Sigit, penyidik juga sudah memeriksa sejumlah publik figur yang ikut terseret dalam kasus ini, seperti Marcello Tahitoe atau Ello, Eka Deli, Pingkan Mambo, Adjie Notonegoro dan Tata Janeeta.

Polisi bakal memanggil belasan artis lainnya yang ikut terseret kasus investasi bodong tersebut.

Terseret Kasus Investasi Bodong Ari Sigit Diduga Terima Hadiah Dua Mobil, Polisi Lakukan Penyitaan

Kasus Investasi Bodong, Giliran Paman Ivan Gunawan Diperiksa, Akui Sebagai Korban dan Diajak Teman

Ahmad Dhani Sebut Pemanggilan Mulan Jameela Atas Kasus Investasi Bodong Berlebihan, Rendahkan Logika

Investasi Bodong MeMiles, Setelah Eka Deli, Pingkan Mambo, Ello, Polisi akan Periksa Cucu Soeharto

Penyidik Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim terus mendalami dugaan , keterlibatan cucu Presiden Kedua RI Soeharto, Ari Haryo Sigit atau Ari Sigit, terkait kasus investasi bodong MeMiles yang meraup omzet Rp 761 miliar.

Setelah enam jam dicecar 39 pertanyaan oleh penyidik, Rabu (22/1/2020) kemarin, Ari Sigit mengaku, keluarganya menerima dua unit mobil Alphard warna hitam.

Dua unit mobil yang diterima Ari Sigit merupakan hasil sekaligus hadiah bonus (reward) dari keikutsertaannya dalam berinvestasi di PT Kam and Kam.

Selama dua bulan Ari Sigit menggunakan aplikasi Memiles.

Pada bulan November hingga Desember 2019, Ari Sigit sempat menerima tawaran untuk menjadi konsultan di PT Kam and Kam dan menerima aliran dana lebih dari Rp 3 miliar.

Demi memastikan temuan itu, Penyidik Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim tengah disibukkan dengan memeriksa legalitas perusahaan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved