Berita Pemprov Kalimantan Timur

Buat Habitat Baru Pengganti Terumbu Karang Rusak, DKP Kaltim Akan Bangun Apartemen Ikan

Pembuatan apartemen ikan akan dilakukan seperti di Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang.

Buat Habitat Baru Pengganti Terumbu Karang Rusak, DKP Kaltim Akan Bangun Apartemen Ikan
HUMASPROV KALTIM
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Riza Indra Riadi. 

SAMARINDA - Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim bekerja sama dengan berbagai pihak akan membuat apartemen ikan yang ditempatkaan pada terumbu karang yang rusak di wilayah Kabupaten Kutim dan Kutai Kartanegara maupun Bontang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim Ir Riza Indra Riadi mengatakan pembuatan apartemen ikan bekerja sama dengan Unmul, Pertamina, PKT serta pihak lainnya untuk membuat rumah buatan yang berfungsi sebagai habitat baru ikan dan sebagai pengganti terumbu karang yang rusak.

Penempatan apartemen ikan dapat mengumpulkan ikan dengan memberikan tempat berlindung dan tempat memijah telur.

“Kita bekerja sama dengan Unmul, Pertamina, PKT maupun pihak lain. Kerja sama tersebut sebagai upaya untuk membuatkan rumah-rumah ikan khususnya pada terumbu karang yang sudah rusak. Tujuannya untuk bisa memperbanyak rumah-rumah ikan, sehingga dengan begitu selain tempat berkumpul ikan-ikan juga sebagai tempat berkembang biaknya serta pertumbuhan makanan ikan," Riza Indra Riadi, Jumat (24/1/2020).

Pembuatan apartemen ikan tersbeut, lanjut Riza penempatanya akan dilakukan di beberapa tempat seperti di Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang.

Setelah dibiarkan selama beberapa bulan, apartemen ikan dapat ditumbuhi terumbu karang sehingga menjadi kumpulan terumbu karang yang baru dan akan menjadi rumah-rumah ikan.

Apartemen atau rumah ikan tersebut dirancang serta mempunyai banyak celah atau sekat seperti layaknya bangunan. Apartemen tersebut bermanfaat untuk melindungi telur dan larva serta anak-anak ikan, sekaligus menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan sehingga memudahkan para nelayan untuk menangkap ikan pada radius 100-200 meter di luar areal apatemen/rumah ikan. (mar/sul/ri/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved