INILAH Hukum Makan Kelelawar dalam Islam Menurut Wakil Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Haiban

Bagaimana sebenarnya hukum makan kelelawar dalam Islam? Pertanyaan ini mengemuka seiring munculnya wabah Virus Corona yang diduga berasal dari

DOK TRIBUN KALTIM
Wakil Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Haiban - Bagaimana sebenarnya hukum makan kelelawar dalam Islam? KH Muhammad Haiban beri penjelasan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bagaimana sebenarnya hukum makan kelelawar dalam Islam? Pertanyaan ini mengemuka seiring munculnya wabah Virus Corona yang diduga berasal dari kelelawar. Terkait hal itu, Wakil Ketua MUI Kaltim, KH Muhammad Haiban angkat bicara. Simak penjelasannya!

Wabah Virus Corona diduga disebarkan melalui perantara hewan bergigi taring.

Kebiasaan warga kota Wuhan di China mengkonsumsi hewan liar seperti sup kelelawar diduga menjadi cara Virus Corona menjangkit ke manusia.

Akibat dari penyebaran Virus Corona, otoritas pemerintah di China melarang warganya konsumsi hewan liar.

Baca juga: HEBOH Wabah Virus Corona, Ustadz Abdul Somad Pamer Gambar Keluang atau Kelelawar, Apa Maksudnya?

Baca juga: Kelelawar Diduga Sumber Virus Corona, Sup Paniki Malah Diburu Turis di Manado, Jokowi Pernah Pesan

Baca juga: Viral Wanita Melahap Sup Kelelawar di Tengah Hebohnya Virus Corona, Ketahui Penyebab dan Gejalanya!

Baca juga: Mendadak Selebriti Ini Minta Maaf Imbas Wabah Virus Corona, Gegara Unggahan Makan Sup Kelelawar

Jauh sebelum larangan ini diterbitkan, umat Islam sudah sejak awal dilarang keras mengkonsumsi hewan bergigi taring.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kalimantan Timur, KH Muhammad Haiban menerangkan bahwa larangan konsumsi hewan bergigi taring disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW di dalam hadistnya.

Halaman
123
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved